Sudah Beri Peringatan, Presiden Jokowi Kontrol Langsung Urusan Pemberantasan Pungli

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 16 Oktober 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 32.567 Kali
Presiden Joko Widodo dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah Program Strategis Tahun 2016 di Surakarta, Minggu (16/10). (Foto: Humas/Fitri)

Presiden Joko Widodo dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah Program Strategis Tahun 2016 di Surakarta, Minggu (16/10). (Foto: Humas/Fitri)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar hati-hati terhadap urusan pungutan liar (pungli).

“Tidak hanya urusan sertifikat, tidak hanya urusan SIM, tidak hanya urusan KTP, tidak hanya urusan izin-izin, semuanya akan saya awasi. Hati-hati. Saya sudah mengingatkan,” tegas Presiden Jokowi pada acara penyerahan 3.242 sertifikat tanah Pogram Strategis tahun 2016, di Lapangan Kota Barat, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (16/10) pagi.

Terkait pungli itu, Presiden menegaskan, bukan urusan uangnya. Banyak yang bilang, sebagaimana pada kasus yang terjadi di Kementerian Perhubungan, yang uangnya hanya sekian juta saja.

“Bukan hanya urusan kecil-kecil seperti itu, yang lebih kecilpun akan saya urus. Bukan hanya urusan Rp500 ribu atau Rp1 juta, urusan Rp10 ribupun nanti akan saya urus,” tegas Presiden.

Presiden menilai, pungli kecil-kecil tapi meresahkan, kecil-kecil tapi menjengkelkan. “Kita harus membangun sebuah budaya yang baik, budaya kerja yang cepat,” ujar Presiden seraya menambahkan memang kecil-kecil, hanya Rp100 ribu, hanya Rp50 ribu, tapi kalau dari Sabang-Merauke ada di kantor-kantor, ada di instansi, ada di pelabuhan, ada di jalan raya, kalau dihitung itu bisa puluhan triliun.

Oleh sebab itu, Presiden menegaskan, akan mengurus, mengontrol, dan mengawasinya.
“Kalau urusan yang gede-gede, yang miliar, yang triliun, itu urusannya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata Presiden.

Presiden mengatakan, yang urusan kecil-kecil biar urusan dirinya. “Saya urusan Rp10 ribu nggak apa-apa, urusan Rp100 ribu nggak apa-apa, urusan Rp200 ribu nggak apa-apa, tapi masyarakat senang, kalau ingin membuat sesuatu dilayani dengan senyum, dilayani dengan cepat. Keinginan saya hanya itu kok, nggak ada yang lain,” tutur Presiden.

Presiden menegaskan, bahwa sekarang ini sudah dibentuk tim saber pungli, tim sapu bersih pungli. Karena itu, tidak boleh lagi rakyat disusahkan, rakyat harus dimudahkan.

“Semua keluhan tentang pungli yang disampaikan lewat facebook, twitter, dan sms selalu saya dengarkan dan saya cek ke lapangan,” tutur Presiden Jokowi.

(DND/ES)

Berita Terbaru