Sudah Telan Investasi Rp5,6 Triliun, Menko Perekonomian Resmikan KEK Galang

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Desember 2018
Kategori: Nusantara
Dibaca: 2.698 Kali
Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan sambutan pada peresmian KEK Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (8/12). (Foto: ekon)

Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan sambutan pada peresmian KEK Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (8/12). (Foto: ekon)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meresmikan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (8/12). KEK ini menelan investasi sebesar Rp5,6 triliun hingga Triwulan III 2018.

Menko Darmin mendorong keterlibatan masyarakat atas KEK Galang Batang, sehingga diharapkan akan mampu menjembatani kesenjangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat di wilayah.

“Dewan Kawasan KEK Galang Batang juga diharapkan mampu menggerakkan hadirnya nilai tambah dan rantai nilai dari penyelenggaraan aktivitas di KEK dengan melibatkan dan membangun manfaat bagi masyarakat di sekitarnya secara optimal,” tegas Darmin.

Ia meminta keterlibatan masyarakat atas dunia usaha di wilayah perlu ditingkatkan melalui link and match pendidikan dan kewirausahaan. Untuk itu penyiapan, peningkatan dan keterlibatan SDM lokal menjadi sangat penting agar segera terbangun simbiosis konstruktif bagi stakeholders, dan menghindari lahirnya benih konflik.

“Hanya dengan demikian keberlanjutan dan kesinambungan manfaat dapat terjaga integritasnya bagi daya dukung sosial, ekonomi, dan ekologi bagi KEK Galang Batang,” kata Darmin.

KEK Galang Batang diproyeksikan menjadi kawasan dengan kegiatan utama antara lain Industri aluminium dan turunannya, dengan perkiraan investasi sebesar Rp36,25 triliun. Dengan investasi tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi wilayah serta akan menyerap tenaga kerja paling tidak sebesar 23.200 orang.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menjelaskan, KEK Galang Batang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2017 pada tanggal 12 Oktober 2017, sehingga menjadikannya KEK yang paling cepat beroperasi setelah ditetapkan, dimana waktu yang dibutuhkan hanya selama 14 bulan.

Kegiatan utamanya yaitu industri pengolahan bauksit dan logistik dengan luas lahan 2.333 hektar.  ”Di Kawasan ini, kini telah terbangun jalan kawasan beserta drainase, gerbang kawasan, jaringan air bersih, Kantor Administrator dan Kantor Pengelola KEK serta fasilitas keamanan. fasilitas sistem persampahan dan pemadam kebakaran disediakan melalui kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bintan, kata Enoh.

Demaga dan PLTU

Direktur PT Bintan Alumina Indonesia, Santony, dalam laporannya mengatakan, realisasi investasi sebesar Rp5,6 trilium itu meliputi pembangunan pelabuhan dengan dermaga yang telah selesai, nilainya Rp951 miliar. Lalu pelaksanaan pembangunan yang berjalan berupa Alumina Refinery, dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun dan nilai investasi Rp1,65 triliun.

Kemudian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan nilai investasi Rp1,93 triliun. PLTU tahap I berkapasitas 6×25 MW ditargetkan selesai tahun 2021. Pembangunan DAM Water Resevoir kapasitas 7.518.000 m3 dengan nilai investasi Rp196 miliar. Terakhir, untuk pembangunan Brick Factory dan Coal Gas sekitar Rp870 miliar.

“Semua investasi dan pembangunan itu dilakukan oleh PT Bintan Alumina Indonesia selaku pengusul KEK Galang Batang,” jelas Santony.

Menurut Santony, nilai investasi, pembangunan dan pengembangan KEK Galang Batang akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang, yaitu mencapai 5 miliar dollar AS dalam sepuluh tahun ke depan. Ia berharap investasi ini akan menyumbang dampak positif terhadap perekonomian wilayah dan juga perekonomian nasional pada umumnya. (ekon/es)

Nusantara Terbaru