Sudah Tertinggal Jauh, Presiden Jokowi: Kita Harus Berani Membangun MRT, LRT, dan Lainnya

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 25 Juli 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 17.707 Kali
Presiden Jokowi, diikuti Wapres dan Seskab, bersiap melakukan rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/7) siang. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi, diikuti Wapres dan Seskab, bersiap melakukan Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/7) siang. (Foto: Jay/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, dalam hal pembangunan dan pelayanan transportasi massal, terutama di kawasan perkotaan dan juga antar kota, kita harus menyadari bahwa kita jauh tertinggal dibandingkan negara-negara yang lain. Untuk itu, diperlukan keberanian dalam pembangunan transportasi massal, baik berupa MRT, LRT, dan yang lain-lainnya.

“Dalam pembangunan transportasi massal, baik berupa MRT, LRT, dan yang lain-lainnya kita harus berani mengejar ketertinggalan itu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Perkembangan High Speed Train di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/7) sore.

Presiden mengingatkan, kita juga harus berpikir jauh ke depan karena teknologi transportasi saat ini sangat berkembang dengan cepatnya. Ia mencontohkan, kita baru saja berbicara masalah high speed train, tapi negara lain sudah bicara hyperloop. “Kita jangan kehilangan momentum,” tutur Presiden.

Terkait dengan high speed train, Presiden Jokowi mengingatkan, sudah dibahas dalam beberapa kali pertemuan. Presiden ingin mendengar laporan mengenai perkembangan di lapangan, baik untuk yang Jakarta-Bandung maupun untuk rencana Jakarta-Surabaya.

Rapat terbatas mengenai perkembangan high speed train itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Selain itu, tampak hadir : Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Ligkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono , Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan, Dirut PT KAI Edi Sukmoro, Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani, Dirut KCIC Hanggoro Budi Wiryawan, Dirut PTPN VIII Bambang Murtioso, Dirut PT WIKA Bintang Perbowo, Rektor ITB Kadarsah Suryadi, dan pejabat lainnya. (FID/JAY/RAH/ES)

 

 

 

 

Berita Terbaru