Tak Pernah Ada Masalah Krusial, Presiden Jokowi: Hubungan RI – Brunei Darussalam Paling Stabil

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Februari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 53.381 Kali
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana disambut oleh Pangeran Muda Putra Mahkota Al Mutadibilla beserta istri, saat tiba di Brunei Darussalam, Sabtu (7/2) siang

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana disambut oleh Pangeran Muda Putra Mahkota Al Mutadibilla beserta istri, saat tiba di Brunei Darussalam, Sabtu (7/2) siang

Setelah dua malam menginap di Kuala Lumpur, Malaysia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana pada Sabtu (7/2) melanjutkan perjalanan ke Brunei Darussalam. Mendarat di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam sekitar pukul 11.06 waktu setempat, Presiden dan rombongan disambut oleh Pangeran Muda Putra Mahkota Al Mutadibilla beserta istri.

Setelah mengikuti upacara penyambutan kenegaraan, Presiden Jokowi dan rombongan langsung menuju Istana Nurul Iman dan disambut oleh Sultan Hasanah Bolkiah dengan upacara militer disertai lagu kebangsaan kedua negara.

Presiden langsung memimpin delegasi RI melakukan pertemuan bilateral Pemerintah RI dengan Brunei, penandatanganan kerja sama Pemerintah RI dengan Brunei di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan. Pertemuan bilateral ini diakhiri dengan penandatanganan kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU) kedua negara di bidang kesehatan dan perdagangan.

Paling Stabil

Kepada wartawan yang mencegatnya saat mengunjungi lokasi bersejarah di Brunei Darussalam, Presiden Jokowi mengatakan, hubungan Indonesia dengan Brunei Darussalam merupakan hubungan luar negeri yang paling stabil.

“Sampai saat ini hubungan bilateral yang palig stabil ya dengan Brunei karena tidak pernah ada masalah, tidak pernah ada problem, tenaga kerja kita yang disini juga terlindugi denga  baik. Jadi tadi tidak ada banyak hal yang dibicarakan,” kata Jokowi.

Menurut Kepala Negara, tidak ada isu-isu krusial yang perlu diselesaikan terkait hubungan bilateral kedua negara. Adapun kunjungannya ke negara tersebut dimaksudkan untuk lebih mengeratkan hubungan yang sudah stabil.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga memuji monument bersejarah di Brunei Darussalam yang dinilaiya mencermikan hasil sebuah kebudayaan dan budaya yang terpelihara dengan baik, terawat dengan baik, dan ditransfer ke generasi berikutnya dengan pemahaman yang mendalam.

(RHT/ES)

 

 

 

Berita Terbaru