Tamu Negara Jokowi, Dari PM Malaysia, John Kerry Sampai PM Tony Abbot

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 21 Oktober 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 28.518 Kali
PM Malaysia Najib Razak menunjukkan foto selfinya kepada Presiden Jokowi, Senin (20/10)

PM Malaysia Najib Razak menunjukkan foto selfinya kepada Presiden Jokowi, Senin (20/10)

Pada hari pertama masa tugasnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (20/10), di Istana Merdeka, Jakarta, menerima sejumlah tamu kenegaraan antara lain Perdana Menteri  (PM) Australia Tony Abbott, PM Malaysia Najib Razak, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan Menlu AS John Kerry.

PM Australia Tony Abbot diterima Presiden Jokowi pada pukul 19.00 WIB selama 30 menit. Dalam pertemuan tersebut, PM Australia menyinggung sejumlah isu ekonomi, di antaranya terkait subsidi BBM, listrik, investasi, reformasi birokrasi termasuk aturan-aturan yang menyulitkan dalam investasi dan infrastruktur.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott juga mengundang Presiden Joko Widodo untuk menghadiri pertemuan G-20 yang diselenggarakan di Brisbane, Australia, November 2014.

“Yang utama itu, mengundang untuk hadir di G20,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/10) malam seusai mengantarkan PM Abbot.

Baik Presiden Jokowi maupun PM Abbott juga membicarakan makin banyaknya pelajar Indonesia yang kini berada di Australia.

Undangan Malaysia

Sementara itu PM Malaysia Najib Razak yang berkunjung ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/10), telah mengundang Presiden Joko Widodo untuk menyambangi negaranya. Menurut Najib, undangannya tersebut mendapatkan respon positif dari Jokowi yang mengatakan akan segera mengunjungi Malaysia.

“Presiden Jokowi setuju untuk segera mengunjungi Malaysia,” kata Najib sesaat sebelum kembali ke Malaysia pada Senin (20/10) malam.

Najib mengatakan pemerintahannya berharap agar Jokowi dan Jusuf Kalla bisa memantapkan hubungan Indonesia dan Malaysia yang sangat erat.

Dalam pertemuan tersebut, Najib  menyampaikan ucapan selamat mewakili pemerintah dan rakyat Malaysia atas penunjukkan Jokowi sebagai presiden. PM Malaysia itu bahkan berkesempatan diri berfoto selfie dengan Jokowi melalui layar ponselnya.

Ditanya soal kelanjutan hubungan dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Najib mengatakan akan terus melakukan kontak untuk menjaga silaturahmi karena dia telah menganggap SBY sebagai sahabat.

Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, tiba di Jakarta pada Minggu malam atas undangan Jokowi untuk menghadiri pelantikan presiden. Selain Najib, beberapa kepala negara juga turut hadir, di antaranya adalah Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak.

Singapura dan Amerika Serikat

Selain PM Australia dan PM Malaysia, Presiden Jokowi di sela-sela kegiatan hari pertamanya juga menerima PM Singapura Lee Hsien Loong dan Menteri Luar Negri (Menlu) Amerika Serikat John Kerry.

PM Lee Hseien Loong diterima Presiden Jokowi pada pukul 17.00 WIB di Istana Merdeka, sementara Menlu John Kerry diterima Jokowi pada Senin (20/10) malam.

Presiden  Jokowi mengatakan isu perubahan iklim menjadi salah satu topik pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry. “Tadi masalah climate change (perubahan iklim), kedua bicara pertemuan dengan Obama (Presiden AS) di APEC,” kata Presiden Jokowi seusai mengantar John Kerry ke mobilnya. (WID/EN/ES)

Berita Terbaru