Tantangan Makin Sulit, Pramono Minta Sekretariat Kabinet Masuk ke Subtansi Yang Lebih Detil

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 Desember 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 17.469 Kali
Rapat Sekretaris Kabinet dengan para pejabat Sekretariat Kabinet, Selasa (13/12). (Foto: Humas/Jay)

Rapat Sekretaris Kabinet Pramono Anung dengan para pejabat Sekretariat Kabinet, Selasa (13/12). (Foto: Humas/Jay)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung didampingi Wakil Sekretaris Kabinet (Waseskab) Bistok Simbolon, Selasa (13/12) pagi, di ruang rapat lantai 4 Gedung III Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta,  memimpin rapat koordinasi (rakor) yang dihadiri oleh pejabat eselon 1, 2, dan 3 Sekretariat Kabinet, dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Kabinet (Setkab).

Dalam arahannya, Seskab mengemukakan, di manapun bekerja, dirinya selalu ingin membangun sistem, dan itu tidak bisa dilakukan sendirian. Harus ada bagian-bagian penopangnya. “Tanpa membangun sistem, Setkab ini juga pasti akan kedodoran. Tidak bisa ada satu orang yang terlalu dominan dalam organisasi-organisasi yang seperti ini,” tuturnya.

Seskab menyinggung permohonan izin ke luar negeri, yang menurutnya tidak ada satu pun izin yang tidak ia berikan. Seskab Pramono Anung menegaskan, dirinya  ingin aparatur sipil negara di Setkab ini terbuka dan tidak menjadi merasa benar sendiri.

“Problem serius kita adalah kalau orang belum lihat dunia, itu selalu merasa dirinya benar. Padahal di luar itu banyak kebenaran yang dimiliki orang lain ataupun oleh sistem lain,” ujar Pramono.

Namun Seskab mengingatkan, dirinya akan tetap memberikan izin karena Sekretariat Kabinet ini substansi. Untuk itu, Seskab meminta agar mereka yang diizinkan ke luar negeri harus mengambil manfaat dari situ. “Jangan sekedar pergi ke luar negeri, jalan-jalan, dapat SPJ atau dapat sesuatu, tetapi tidak ada value yang diserap dari situ,” tuturnya.

Ke Substansi Lebih Detil
Dalam kesempatan itu, Seskab Pramono Anung mengemukakan, 16 bulan bekerja dirinya merasa bahwa tengah bersama mencoba untuk mengembalikan bahwa Setkab ini betul-betul menjadi core dari manajerial kabinet. Seskab Pramono Anung mengharapkan tahun depan agar Setkab bisa lebih masuk pada substansi yang lebih detil. Menurut Seskab, ini adalah tahun ke tiga pemerintahan dan masyarakat tentunya mengharapkan langsung dari apa yang dilakukan Setkab.

Karena itu, Seskab meminta agar dilakukan monitoring, dan  mengharapkan agar para Deputi, Asisten Deputi (Asdep), Kepala Biro, eselon 3, dan staf lainnya menjadi tim bersama untuk mengawasi dan mengatur jalannya manajerial kabinet ataupun keputusan-keputusan yang telah diputuskan dalam Sidang Kabinet.

Sebagai contoh saja, kata Seskab, Presiden sangat mengharapkan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah), dari 7 yang sudah diadakan itu bisa dijalankan. Sekarang ini baru 1 yang sudah tanda tangan, yaitu Solo.

“Nah yang begini-begini ini Saudara-saudara sekalian, saya mengharapkan bahwa proaktif dari Deputi Kemaritiman, Asdep-nya, dan juga eselon 3-nya untuk pro aktif. Sebab dalam organisasi yang sebesar ini, seringkali semuanya saling menunggu. Ini problem kita, problem birokrasi,” kata Seskab seraya menegaskan, kalau ada permasalahan, dirinya membuka pintu lebar-lebar kepada jajaran Sekretariat Kabinet untuk menyampaikan kepada dirinya secara langsung.

Seskab menegaskan, dirinya tidak akan pernah membawa orang dari luar untuk cawe-cawe urusan Seskab. Menurut Seskab, komitmen tersebut akan terus dipegangnya sampai kapanpun, sampai dirinya tidak bertugas lagi di Sekretariat Kabinet. “Karena saya meyakini bahwa saya pasti bisa bekerja dengan sumber daya yang ada, pasti,” ujarnya.

Terakhir, Seskab mengingatkan, bahwa tantangan pemerintahan ini ke depan di tahun 2017 akan semakin keras. Ia mengingatkan, kerja keras saja, kerja sungguh-sungguh saja, kerja untuk rakyat saja tanpa sesuatu yang kemudian juga harus berkompromi dengan sistem yang sudah membudaya ternyata tidak mudah.

Karena itu, Seskab mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Sekretariat Kabinet yang telah bekerja sama. “Kita akan tetap bekerja sama ke depannya dan mudah-mudahan kita menjadi satu keluarga,” tukasnya.

Kepercayaan Yang Tinggi
Sementara itu Waseskab Bistok Simbolon mengatakan, ada satu faktor yang sangat penting berkecimpung dalam suatu organisasi, yaitu faktor psikologis. Namun menurutnya, Seskab Pramono Anung sejak awal tidak ada kendala psikologis untuk bekerja sama dengan pejabat di lingkungan Sekretariat Kabinet, termasuk staf yang melayani Seskab sebelumnya.

Biasanya, lanjut Bistok, staf sebelumnya akan di-review oleh pejabat yang baru. Tapi Seskab Pramono Anung, menurut Bistok, menerima. “Itu cermin dari suatu kepercayaan diri yang tinggi dalam memimpin kita. Karena itu, saya merasakan bahwa kepemimpinan beliau perlu kita dukung penuh, semampu kita, karena semuanya ini untuk kepentingan negara,” tuturnya.

Acara rapat koordinasi itu dihadiri oleh Deputi Administrasi Seskab Faried Utomo, Deputi Perekonomian Agustina Murbaningrum, Deputi PMK Surat Indijarso, Deputi Dukungan Kerja Kabinet Yuli Harsono, Staf Khusus Seskab Emir Kresna, para Staf Ahli Seskab, pengurus DPW Setkab, dan para pejabat eselon II dan III Setkab. (FID/ES)

Berita Terbaru