Tempat Jauh dari Permukiman, Presiden Apresiasi Pengelolaan TPA Sampah Regional Banjar Bakula

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 Februari 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 86 Kali

Presiden menjawab pertanyaan wartawan usai peresmian TPA Sampah Regional Banjar Bakula di Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (7/2).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi terkait pengelolaan sampah yang diperuntukkan bagi 5 (lima) kabupaten/kota di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Banjar Bakula, Provinsi Kalimantan Selatan.

“Saya kira contoh seperti ini bagus tetapi juga mungkin tidak, belum tentu semua kota itu cocok dengan ini. Bisa aja pakai yang incinerator bisa atau bisa saja pakai yang sistem yang lain,” ujar Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai peresmian TPA Banjar Bakula, Kota Banjar Baru, Jumat (7/2) kemarin.

Aspek lainnya, menurut Presiden, yakni dari sisi penempatan tempat yang jauh dari pemukiman penduduk kemudian hal lainnya adalah manajemen memberikan kemudahan untuk mengelola sampah di provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan pengelolaan TPA yang baik, menurut Presiden, menjadikan kotanya bersih, kabupatennya bersih, sampah-sampah yang ada bisa dikelola dengan baik sehingga budaya bersih ada di seluruh kota dan kabupaten di seluruh tanah air.

Pengelolaan sampah sebelumnya sudah di Bali, Kalimantan Timur, tetapi menurut Presiden, Kalimantan Selatan memiliki kelebihan yakni gabungan dari kabupaten dan kota.

Pengelolaan sampah yang diubah jadi energi, Presiden menyampaikan beberapa kota/kabupaten yang dipersiapkan di antaranya Denpasar, Surabaya, Solo, Jakarta, Bandung, Makassar, Palembang, dan Tangerang.

Arah ke depan, lanjut Presiden, sesuai agreement di COP21, pengurangan energi berbahan bakar fosil dan Indonesia sudah mulai, B20, B30 itu biodiesel.

Penggunaan pengelolaan TPA Banjar Bakula, menurut Presiden, bisa untuk 7 sampai 8 tahun ke depan. Untuk itu, perlu ada pembatasan pengiriman sampah dari masing-masing kota/kabupaten sebanyak 100 ton per hari dan mendidik masyarakat untuk mengelola sampah mandiri. (HIM/EN)

Berita Terbaru