Temui Seskab, Gubernur Kaltim Undang Presiden Jokowi Resmikan 3 Proyek Besar

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 26 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 20.637 Kali
Seskab Pramono Anung menerima kunjungan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak beserta jajaran pejabat Kaltim, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Senin (26/10) sore

Seskab Pramono Anung menerima kunjungan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak beserta jajaran pejabat Kaltim, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Senin (26/10) sore

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak didampingi sejumlah pejabat daerah Kaltim menemui Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung guna menyampaikan permohonan untuk mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan setidaknya 3 (tiga) proyek besar di daerah yang dipimpinnya.

“Permintaan itu telah disampaikan langsung oleh Gubernur kepada Bapak Presiden, dan waktu itu Bapak Presiden memberikan sinyal untuk menyanggupi. Sekarang kita atur supaya supaya permintaan  untuk meresmikan proyek besar di Kaltim ini mudah-mudahan bisa dipenuhi oleh Bapak Presiden,” kata Seskab kepada wartawan yang mencegatnya seusai menerima kunjungan Gubernur Kaltim, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Senin (26/10) sore.

Proyek-proyek besar yang dimintakan oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak untuk diresmikan oleh Presiden Jokowi itu adalah groundbreaking Pupuk Kaltim V, kemudian peresmian jalan tol Balikpapan-Samarinda, dan jalur kereta api di Kaltim.

Menurut Seskab, Presiden Jokowi akan menyiapkan sehari penuh waktunya untuk berkunjung ke Kaltim. Namun mengenai waktunya, Seskab berharap bisa dilaksanakan pada 17 November ini sesuai permintaan Gubernur Kaltim.

Triliunan

Ketiga proyek yang dimintakan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak untuk diresmikan oleh Presiden Jokowi itu memiliki nilai investasi triliunan rupiah.

Proyek Kaltim V misalnya, memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan Kaltim-1, yaitu 1,15 juta ton urea granul dan 825 ribu ton amoniak per tahun. Pabrik ini akan menjadi unit pabrik urea terbesar di Asia Tenggara.  Pembangunan pabrik Pupuk Kaltim V ini mendapatkan pinjaman Rp1,35 triliun dan 337 juta dollar AS atau total Rp4,38 triliun dari lima bank dalam negeri. Pinjaman ini digunakan untuk pembangunan Pabrik Kaltim-5 dengan jangka waktu pinjaman 10 tahun.

Adapun jalan tol Balikpapan – Samarinda memiliki panjang keseluruhan 99,02 kilometer, yang pekerjaannya sudah dilakukan  mulai dikerjakan sejak 2011.

Jalan tol ini dibangun dengan lima paket, yakni paket 1 sepanjang 25 km dari kilometer 13 Balikpapan ke Samboja; paket 2 sepanjang 23,3 km dari Samboja ke Palaran I; paket 3 sepanjang 21,9 km dari Samboja ke Palaran 2 lalu; paket 4 dari Palaran ke Jembatan Mahkota II di Samarinda. Sedangkan paket 5 dari Kelurahan Sepinggan di Balikpapan ke km 13. Keseluruhan pembangunannya diperkirakan mencapai Rp 9,5 triliun.

Skema pembangunannya sendiri, kata Awang, adalah paket 1 dan 5 digarap dengan kucuran dana pemerintah. Tiga paket lain dikerjakan pihak swasta melalui lelang yang ditargetkan berlangsung pada 2015 ini.

“Kita dapat dukungan Kabinet Indonesia Bersatu dan Kabinet Kerja, ada keputusan Menteri PU di 2010 hingga DPRD Kaltim di 2014, untuk pembiayaan paket 1 dan 5 melalui APBD dan APBN,” kata Awang.

Sementara pembangunan rel kereta api direncanakan akan melintasi tiga daerah, yakni Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Penajam Paser Utara (PPU) dan Kota Balikpapan.

Pembangunan rel kereta api terealisasi atas kerja sama antara Pemprov Kaltim dengan JSC Russian Railways melalui Kalimantan Railways TE Ltd dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai 2,4 miliar dollar AS. (*/AGG/RAH/ES)

 

Berita Terbaru