Terima Menlu Vivian, Presiden Jokowi : Kerja Sama RI–Singapura Harus Saling Menguntungkan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 Januari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 21.775 Kali
Presiden Jokowi saat menerima Menlu Singapura di Istana Merdeka, Jakarta (13/1). (Foto:Humas/Jay)

Presiden Jokowi saat menerima Menlu Singapura di Istana Merdeka, Jakarta (13/1). (Foto:Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa peningkatan hubungan dan kerja sama dengan Singapura adalah sebuah keharusan. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir usai mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1) pagi.

Lebih lanjut, ujar Wamenlu, Presiden Jokowi menekankan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura yang merupakan investor terbesar di Indonesia harus saling menguntungkan kedua negara.

“Kerja sama yang saling menguntungkan tentu saja,” kata Presiden seperti disampaikan Wamenlu.

Apresiasi Kebijakan Ekonomi Indonesia

AM Fachir mengemukakan, Menlu Singapura sangat menghargai apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia terkait langkah-langkah ekonomi terutama untuk deregulasi, penyederhanaan prosedur, dan lain sebagainya.

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, lanjut Fachir, Menlu Singapura mengungkapkan keyakinan dan kepercayaannya untuk menanamkan investasi yang lebih besar di Indonesia.

“(Menlu Singapura) memiliki keyakinan dan confidence besar untuk lebih banyak lagi menanamkan investasinya di Indonesia,” ujar Wamenlu.

“Terkait asap, Menlu Singapura, juga menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Singapura terhadap langkah-langkah yang sudah diambil Presiden Jokowi dan Pemerintah Indonesia,” kata Wamenlu.

“Dia (Menlu Singapura) yakin bahwa kondisi ke depan akan lebih bagus dan bersedia bekerja sama dengan Indonesia,” pungkas Wamenlu AM Fachir.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno,  dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir.

(UN/ES)

Berita Terbaru