Terima Pengurus Hipmi, Presiden Jokowi Ajak Optimistis Hadapi Menguatnya Dollar Atau MEA

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 April 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 39.001 Kali
Presiden Jokowi memberikan arahan di depan jajaran Hipmi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/4) sore

Presiden Jokowi memberikan arahan di depan jajaran Hipmi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/4) sore

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan yang menarik kepada para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpuan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dalam menghadpi menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah, ataupun menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean pada akhir 2015 mendatang

Terkait dollar, Presiden Jokowi menyampaikan rasa optimism dan percaya diri, karena kalau dibandingkan dengan negara yang lain sebetulnya situasi kita jauh lebih baik. Presiden menyebutkan, selama sekian bulan ini, kita hanya tertekan kurang lebih 5,8%.

“Coba bandingkan dengan Brazil seperti apa? Rusia seperti apa? Yang dekat kita juga, Malaysia yang sudah kehilangan cadangan devisa banyak sekali tetapi juga mata uang mereka tidak menguat,” kata Jokowi yang menerima jajaran pengurus Hipmi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/4) sore.

Menurut Presiden Jokowi, kalau semua suaranya satu, ia yakin bisa menekan dollar,  dan memperkuat rupiah.  Ia menyebutkan,  ruang fiskal kita sangat bagus sekali dengan kemarin pengalihan subsidi BBM dengan infrastruktur, kepada petani, kepada nelayan, meskipun itu belum dibelanjakan.

“Memang belanja-belanja baru akan banyak bulan April ini. Kalau kita melihat apalagi kepercayaan investasi terhadap kita juga sangat baik. Kita mutar kemarin ke beberapa negara, sangat baik baik, sangat positif,” terang Jokowi.

Presiden juga member contoh saat menawarkan lokasi untuk powerplant. Dulu yang ngantri hanya satu, dua, artinya tidak ada yang ngantri. Ini tadi, lanjut Jokowi, ia baru saja menerima investor dan Menteri, serta Dirut PLN.

“Saya tanya, yang ngantri berapa? Yang Jawa 7 (diam sejenak), 15. Artinya nggak ada rasa pesimis kalau saya seperti ini, artinya capital inflow-nya juga akan semakin besar, investasi juga akan semakin besar. Kalau dibandingkan, capital inflow Januari, Februari, ada masuk Rp 47 triliun, tahun yang lalu pada bulan yang sama, dua kali lipat kita sekarang ini,” papar Jokowi.

Karena itu, Presiden meminta jangan ada yang merasa, semua negara ini kan ketekan semuanya. Jadi jangan ada yang merasa, kalau sudah ada yang merasa pesimis, ya itulah yang namanya mulai kita..karena ini namanya membangun persepsi, membangun kepercayaan. “Percaya diri bahwa kita itu mampu mengatasi ini, hanya itu. Posisinya APBN kita juga longgar kok. Itu yang pertama,” tuturnya.

Soal Masyarakat Ekonomi ASEAN, menurut Presiden Jokowi, negara-negara seperti Singapura, Thailand, dan Brunei juga takut. “Kita sendiri ditakuti kok malah ikut-ikutan takut, itu keliru. Kalau mengerti mereka takut, kita harus berani ekspansi ke sana, mendahului ke sana,” ujarnya.

Presiden meyakini, sekarang ini yang muda-muda mampu melakukan itu, melakukan serangan langsung ke sana atau yang punya industri sekarang memasarkan barangnya dengan online store, dengan web. Ia meyakini yang muda-muda sekarang sudah banyak yang melakukan.

Presiden Jokowi menyampaikan strateginya, yaitu ingin menarik ke Indonesia itu industri. Industri apa? Secara spesifik, Presiden  minta industri  yang orientasinya adalah ekspor. “Jangan sampai nanti neraca perdagangan kita kacau gara-gara yang masuk bukan industri yang orientasinya ekspor malah memakan pasar kita,” ungkapnya.

Kalau ada industri yang dari luar masuk, Presiden menyarankan yang muda -muda ini dengar, cium, baui mana yang bisa diajak join. Yang kopi join dengan kopi, yang coklat join dengan industri coklat. Ia menegaskan, i ni kesempatan, nggak akan muncul lagi.

“Saya perkirakan setahun dua tahun, tiga tahun ini, ramai-ramainya investasi ke Indonesia. Tapi saya tidak mau salah lagi, kita punya tiga kali kesalahan. Waktu booming minyak, kita nggak manfaatkan sehingga pondasi ekonomi kita tidak kokoh tahun 70-an. Tahun 80-an booming kayu, tapi saya masih kecil jadi saya juga tidak menikmati apa-apa. Terus hilang lagi karena basis industrinya nggak kita pegang, semuanya diekspor dalam bentuk mentahan semuanya, minyak, kayu, glondongan semuanya,” paparnya.

Yang terakhir, Presiden Jokowi menyinggung  mengenai APBN yang gede banget. Ia menjuk anggaran Rp 290 triliun untuk infrastruktur .  “Artinya apa? Kalau melihat peluangnya, nah di situ berarti saya harus masuk. Karena Rp 290 triliun itu ada di infrastruktur sehingga yang siap-siap punya kemampuan bangun jalan, silakan masuk yang bangun karya-karya kita; Wijaya Karya, Adhi Karya, dan lain-lain,” tuturnya..

Kemudian jalur kereta api, ini juga ingin kita bangun. Kalau punya kemampuan di situ, masuk saja. Jangan nanti kedahuluan yang lain, apalagi yang kedahuluan yang dari luar, hanya jadi penonton kita nanti, pelabuhan. Dimulai semuanya, masuk, entah join, entah kerja sama, punya kemampuan sendiri ya sendiri, join ya join. Ia menyebutkan, banyak sekali, 24 pelabuhan, powerplant 35.000, tolnya 1.000.

“Kesempatan-kesempatan seperti itu yang bisa diambil. Saya kemarin sudah ngomong dengan Ketua tapi nggak saya berikan di sini, saya pengenlah dipilihin berapa itu, dipilihin nanti, ya dipilihin itu saja,” papar Jokowi.

Lapor Pelantikan

Sementara itu Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Jokowi dimaksudkan untuk melaporkan pelantikan  Hipmi 3 hari lalu. “Dalam pertemuan tadi dihadiri 33 pengurus daerah, pengurus DPP Hipmi,” ujarnya.

Bahlil bersyukur dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi memberikan beberapa strategi utuk menyiasati nilai tukar rupiah yang agak melemah dibandingkan dollar.

(Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru