Terima Pengurus IMM, Presiden Jokowi Cerita Pengalaman Naik Hercules Hingga Pesawat CN

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Agustus 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 15.627 Kali
Presiden Jokowi memberikan sambutan saat menerima Ketua Umum PP Muhammadiyah dan pengurus serta anggota IMM, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/8) siang. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi memberikan sambutan saat menerima Ketua Umum PP Muhammadiyah dan pengurus serta anggota IMM, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/8) siang. (Foto: Jay/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bercerita pengalamannya naik berbagai jenis pesawat udara saat berkeliling Indonesia, dari Hercules hingga jenis CN.

“Saudara-saudara ke sini naik Hercules, benar? Enak ndak? Enak? Enak? Benar? Apa itu, pengap. Ini blak-blakan namanya. Enak tapi pengap, gitulah,” kata Presiden Jokowi saat menerima Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir beserta pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/8) siang.

Presiden mengaku pernah naik semua jenis pesawat terbang. Ia mencontohkan jenis CN, yang tidak interior atau pengedap suaranya, sehingga kalau naik (CN) disuruh memakai ini (pelindung telinga).

“Tapi saya enggak pernah pakai. Sudah, saya dengerin aja. Tahu-tahu tidur saya,” kata Presiden Jokowi yang disambut tawa ringan seluruh hadirin di acara tersebut.

Diakui Presiden Jokowi, helikopter yang sudah berapa tahun juga masih dipakai juga meski suaranya seperti itu. “Mungkin suaranya lebih, bunyinya lebih seram daripada Hercules,” ujarnya.

Menurut Presiden, ini karena negara ini sangat besar. Dari satu pulau ke pulau yang lain, lanjut Presiden, bisa pesawat tapi juga banyak yang tidak bisa dengan pesawat, dengan helikopter, atau dari kabupaten ke kabupaten enggak mungkin juga dengan pesawat, ya helikopter.

“Ya itulah gunanya infrastruktur. Kalau enggak ada itu, Saudara-saudara bisa bayangkan negara kita sebesar ini, 17.000 pulau, 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, bayangkan semua harus ada airport-nya, itu semua harus ada pelabuhannya,” ucap Presiden Jokowi seraya menambahkan, memang kalau kepulauan pasti harus ada pelabuhannya, enggak kecil enggak besar enggak sedang pasti harus ada.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno,  Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Ketua IMM Najih Prasetyo. (FID/ES)

 

 

Berita Terbaru