Terima Peserta Diklat RLA LAN, Waseskab Minta Masukan Pembangunan Sesuai Nawacita

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 Agustus 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 24.711 Kali
Waseskab didampingi Deputi Bidang Polhukam berfoto bersama peserta Diklat RLA LAN di Gedung III Lantai 1 Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (29/8). (Foto: Humas/Jay)

Waseskab didampingi Deputi Bidang Polhukam berfoto bersama peserta Diklat RLA LAN di Gedung III Lantai 1 Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (29/8). (Foto: Humas/Jay)

Wakil Sekretaris Kabinet (Waseskab), Ratih Nurdiati, menerima 24 peserta Diklat Reform Leader Academy (RLA) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Angkatan VI yang diikuti 24 orang dari 10 kementerian/lembaga, di ruang rapat Deputi Administrasi, Gedung III Lantai 1 Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (29/8) pagi.

 
Dalam pertemuan ini, peserta diklat RLA menyampaikan paparan/presentasi yang bertema Sinergi Penguatan Desa Melalui Peningkatan Kapasitas dan Pendayagunaan Sumber Daya. Mengawali sambutannya, Waseskab menyampaikan bahwa Sekretariat Kabinet sesuai tugas dan fungsinya dapat mengakomodasi usulan maupun masukan terkait dengan penguatan desa.

 Jadi mungkin, teman-teman di sini ingin menyampaikan masukan kepada Seskab sehingga kita di Setkab akan bisa menangkap apa masukan itu. Dan pada bagian dari tusi kami untuk mencoba mengakomodasi mana yang memang menjadi usulan penguatan dari upaya penguatan desa yang sudah ada,” tutur Waseskab.
Mengenai penguatan desa, menurut Waseskab, karena sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) tentunya di RPJM juga sebagai bagian dari Nawacita. Ia menambahkan bahwa salah satunya yakni membangun dari pinggiran termasuk membangun desanya.

“Tujuannya melakukan penguatan desa untuk tujuannya tentunya kembali pada UUD 45, kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nah, penguatan desanya sejauh ini yang dilakukan pemerintah meliputi 6 aspek atau area, yaitu regulasi, pemberdayaan masyarakat, ekonomi desa, infrastruktur desa, dana desa/anggaran, serta kelembagaan dan aparatur desa,” tutur Waseskab.

Ini semua, tambah Waseskab, sudah disentuh oleh pemerintah, terakhir dengan Kabinet ini, disentuh ulang dengan sejumlah penguatan. Ia melanjutkan bahwa yang menjadi pelaksana pun sudah multi sektoral, pusat dan daerah. 

“Jadi ini lah kemudian teman-teman RLA Angkatan ke VI ini memberikan masukan apa yang masih kurang dari 6 itu atau ditambah. Di situ mungkin nanti peran teman-teman nantinya yang telah mendalami secara khusus dan akan menghasilkan 1, 2, 3, 4, 5 usulan yang kita siap untuk mendengarkan hari ini,” pungkas Waseskab dalam sambutannya seraya memberikan kesempatan kepada peserta diklat untuk menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan.
Sementara itu, Deputi Bidang Diklat dan Aparatur LAN, Muhammad Idris, menyampaikan bahwa di akhir diklat RLA angkatan VI ini memang salah satu agendanya adalah bagaimana mempromosikan hasil kajian grup di kelas, hasil belajar para peserta yang dianggap bahwa inilah para pimpinan potensial bangsa kira-kira 5-10 tahun ke depan.
“Dan itu tujuannya RLA bagaimana menyemai ini para pemimpin perubahan di masa depan. Dan oleh karenanya, tidak hanya  diberikan pembekalan bagaimana mengisi substansi pengetahuan kepemimpinan tapi lebih dari itu. Tujuannya adalah mencoba untuk mengikis satu permasalahan bangsa itu,” ujar Idris.

Gagasan baru, lanjut Idris, merupakan salah satu tujuan dari diklat RLA bagaimana 24 orang peserta terbiasa berdiskusi lebih dalam terhadap bangsanya mengenai suatu isu dan untuk angkatan ke VI ini memilih isu yang sangat sensitif saat ini, multi disiplin dan multi komprehensif permasalahannya, yaitu mengenai desa.
“Sebelumnya kami berbicara mengenai interkonetivitas, di kelas ini membicarakan tentang desa, di kelas yang lain bicara mengenai kemaritiman, di kelas lain berbicara mengenai daya saing nasional, dan seterusnya. Maka izinkan kami menyampaikan kampanye gagasan perubahan atau  kampanye tema dari rumusan yang mereka sampaikan dihadapan jajaran Ibu dan seluruh Jajaran Setkab. Poinnya adalah kami ingin menyampaikan gagasan yang lebih dalam mengenai apa yang seharusnya dilakukan dalam waktu singkat dan apa yang harus dikerjakan pada waktu panjang,” pungkas Deputi Bidang Diklat dan Aparatur LAN.

Hadir Staf Ahli Sekretaris Kabinet Bidang Reformasi Birokrasi RasoDeputi Sekretaris Kabinet Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Fadlansyah Lubis, Deputi Bidang Diklat dan Aparatur LAN Muhammad Idris, serta perwakilan Kedeputian PMK, perwakilan Kedeputian Perekonomian, dan perwakilan Kedeputian Kemaritiman Sekretariat Kabinet. (FID/JAY/EN)

Berita Terbaru