Terima PM Sri Lanka, Presiden Jokowi Ingin Tingkatkan Kerjasama Ekonomi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Agustus 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 23.864 Kali
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan PM Sri Lanka Ranil Wickramasinghe menyaksikan Ibu Maithree Wickramasinghe, menandatangani buku tamu di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/8) pagi. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan PM Sri Lanka menyaksikan Ibu Maithree Wickramasinghe, menandatangani buku tamu di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/8) pagi. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Sosialis Sri Lanka Ranil Wickramasinghe beserta Ibu Maithree Wickramasinghe, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/8) pagi.

PM Ranil Wickramasinghe mengenakan jas berwarna gelap didampingi Ibu Maithree Wickramasinghe yang mengenakan baju berwarna putih tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 09.40 WIB, dan disambut oleh Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo. Usai berjabat tangan dengan Presiden Jokowi dan Ibu Negara, PM Ranil mengisi buku tamu.

Kedua kepala pemerintahan kemudian menuju beranda belakang Istana Merdeka dan berbincang-bincang selama sekitar 10 menit. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bilateral.

Mengawali pertemuan bilateral Presiden Jokowi mengucapkan apresiasinya atas keikutsertaan PM Sri Langka pada KTT WIEF (World Islamic Economic Forum) yang dihelat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 2-4 Agustus ini.

“Saya telah bertemu dengan Presiden Sirisena di Jepang pada bulan Mei 2016,” ujar Presiden kepada PM Ranil.

Dalam pertemuan bilateral Presiden menyampaikan keyakinannya terhadap hubungan kerja sama yang terjalin antar kedua negara. “Dengan usaha bersama yang kuat, saya percaya hubungan Indonesia dan Sri Langka akan lebih erat lagi. Kita harus memberikan perhatian pada kerja sama di bidang ekonomi,” ujar Presiden.

Counter Terorisme

Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengemukakan, bahwa pertemuan antara PM Sri Lanka Ranil Wickramasinghe dengan Presiden Jokowi memang fokusnya adalah kerja sama di bidang ekonomi, penetrasi Indonesia untuk ekspor di negara-negara non tradisional.

Namun Menlu menambahkan, dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai masalah kerja sama untuk meng-counter ekstrimisme dan terorisme.

Dijelaskan Menlu, setiap kali bicara mengenai kontraekstrimisme, radikalisme, dan terorisme maka Indonesia selalu di pihak terdepan yang di ajak untuk bekerja sama. Karena Indonesia dinilai sebagai negara muslim terbesar tetapi sekaligus plural, yang majemuk, yang berhasil untuk menyebarkan toleransi dan moderasi.

“Oleh karena itu, PM Ranil mengharapkan agar Sri Lanka dan Indonesia dapat memperkuat kerja sama untuk kontraekstrimisme, radikalisme, dan terorisme,” jelas Menlu.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung,  Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (UN/ES)

Berita Terbaru