Terima Yu Zhengseng, Presiden Jokowi Berharap Target Kerjasama RI – RRT Dapat Dipenuhi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 Juli 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 24.842 Kali
Presiden Jokowi berbincang dengan Ketua MPR RRT Yu Zhengsheng, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7)

Presiden Jokowi berbincang dengan Ketua MPR RRT Yu Zhengsheng, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan agar target-target kerjasama Indonesia – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dapat dipenuhi. Harapan ini disampaikan Presiden Jokowi saat menerima kunjungan kehormatan Chairman of The National Committee of the Chinese Peoples Political Consultative Conference (CPPCC/Ketua MPR RRT) Yu Zhengseng di Istana Merdeka Jakarta, Senin (27/7).

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menjelaskan, antara Indonesia dengan RRT memiliki target perdagangan yang akan dicapai sekitar 150 juta dollar AS. Kemudian untuk pariwisata 20 juta, dan juga target dan upaya peningkatan investasi.

“Nah dalam kaitan itu Presiden mengharapkan kiranya peningkatan kerja sama antar Parlemen kedua negara juga diharapkan dapat mendukung target-target atau pencapaian target yang disebutkan tadi,” kata Retno kepada wartawan seusai mendampingi Presiden Jokowi menerima Ketua Parlemen RRT itu.

Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menlu Retno LP Marsudi memberikan keterangan pers terkait pertemuan Presiden Jokowi - Ketua MPR RRT Yu Zhenseng, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7)

Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menlu Retno LP Marsudi memberikan keterangan pers terkait pertemuan Presiden Jokowi – Ketua MPR RRT Yu Zhenseng, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7)

Menurut Menlu, dalam diskusinya Presiden Jokowi dan Ketua MPR RRT juga mengatakan upaya kedua negara perlu dilakukan untuk meningkatkan kerja sama yang sifatnya BUMN ke BUMN, dan Indonesia mengharapkan bahwa kerja sama ekonomi yang akan dilakukan dengan Tingkok akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk wilayah Asia.

“Jadi kira-kira itu yang inti pokoknya dan tentunya tadi telah dibahas mengenai masalah maritim,” jelas Retno.

Bangun Bersama

Sementara itu Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo menambahkan, bahwa RRT memiliki kebijakan namanya Jalur Sutra Maritim, sementara Indonesia memiliki kebijakan Indonesia Poros Maritim Dunia. Nah kedua visi ini, lanjut Indroyono, sangat bagus untuk dikerjasamakan bagian dari people contatc.

Sementara kalau kita ingin kerja sama, menurut Menko Kemaritiman, tentunya sarana dan prasarana, termasuk listrik. “Jadi kalau begini tanya nanti listrik dibangun bersama pihak RRT pemakai listrik kalau bisa industrinya sekalian masuk sama-sama ke sini nantinya. Jadi kawasan-kawasan industri dibangun juga pembangkit listriknya bersama-sama RRT karena beberapa industri ini, RRT sekarang sudah mulai akan mengalihkan pabrik-pabriknya keluar dari RRT, dan tentunya Indonesia jadi mitra yang sangat bagus untuk kita masa depan,” jelas Indroyono.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi saat menerima Ketua MPR RRT Yu Zhengseng, yaitu Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menlu Retno LP Marsudi, dan Mensesneg Pratikno.

(HH/ISP/ES)

Berita Terbaru