Termasuk Hotel, Menkes Jelaskan Langkah Pemerintah Siapkan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 September 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 85 Kali

Menkes saat akan memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas), di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (14/9). (Foto: Humas/Ibrahim)

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto menjelaskan langkah Pemerintah untuk melakukan isolasi di luar Provinsi DKI Jakarta termasuk di antaranya bekerja sama dengan hotel-hotel untuk membantu.

“Ini bekerja sama dengan jaringan grup Hotel Accor, Novotel, Ibis, dan lain-lain, maupun Tauzia seperti Harris dan sebagainya. Jumlah hotel ini dapat ditambah menjadi 15-30 hotel jika diperlukan,” ujar Menkes saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas), di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (14/9).

Pemerintah, menurut Menkes, terus berusaha menambah tempat isolasi pasien untuk yang gejala ringan atau yang tanpa gejala dari Covid-19 ini.

Untuk itu, Menkes jelaskan yang gejala ringan dari Covid-19 telah disiapkan bagi warga DKI Jakarta Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 2 tower.

“Tower 6 terdapat tempat tidur sebanyak 1.746, sudah terisi 888. Sedangkan Tower 7 terdapat 2.472 tempat tidur, baru terisi 749. Sedangkan yang untuk tanpa gejala, flat isolasi mandiri Wisma Atlet Kemayoran menyiapkan 2 tower, yaitu tower 4 dan 5,” kata Menkes.

Ia menambahkan bahwa masing-masing untuk tower 4 ada 2.472 tempat tidur yang belum terisi, sedangkan tower 5 terdapat 2.472 tempat tidur baru terisi 81.

Di samping itu, Menkes juga sampaikan telah disiapkan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di Jakarta maupun Ciloto, yang memiliki kapasitas ada 326 kamar untuk bisa menampung 653 orang.

“Kami juga menyiapkan beberapa Bapelkes, baik di Batam, Semarang, maupun Makassar. Untuk hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta juga dapat dipergunakan untuk isolasi mandiri untuk yang tanpa gejala ini, jumlahnya ada 10-15 hotel, dengan kapasitas 1.500 kamar atau 3.000 orang,” kata Menkes seraya menegaskan kerja sama yang dilakukan dengan jaringan grup Hotel Accor, Novotel, Ibis, Tauzia, Harris dan jumlahnya dapat ditambah menjadi 15-30 hotel jika diperlukan.

Selain untuk isolasi pasien yang gejala ringan maupun yang tidak bergejala, Menkes jelaskan juga disiapkan untuk tempat perawatan pasien yang bergejala sedang sampai dengan berat.

Khusus untuk DKI Jakarta, lanjut Menkes, berdasarkan dari pengecekan langsung, pengamatan, dan juga sidak di lapangan, per 13 September 2020 pukul 12.00 WIB untuk DKI Jakarta masih mampu melakukan perawatan pasien Covid-19 dengan gejala sedang masih terdapat ruang isolasi kosong berjumlah 1.088 tempat tidur dari 4.271 tempat tidur yang ada.

“Dalam beberapa hari ke depan ruang isolasi ini akan ditambah sebanyak 1.022 tempat tidur, sehingga menjadi 5.293 tempat tidur. Sedangkan untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala berat yang memerlukan ruang ICU, maka terdapat ruang ICU kosong yang berjumlah 115 tempat dari 584 tempat tidur ICU yang ada. Dan dalam beberapa hari ke depan dapat ditambah sebanyak 138 tempat tidur, sehingga total menjadi 722 tempat tidur,” katanya.

Dalam mengendalikan pandemi Covid-19, Menkes sampaikan bahwa Pemerintah terus bekerja keras untuk meningkatkan angka kesembuhan dan per 13 September 2020 rata-rata kasus aktif di Indonesia 25,02% atau sedikit lebih tinggi dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 24,78%.

“Untuk jumlah kasus sembuh sebanyak 155.010 kasus, dengan recovery rate atau angka kesembuhan 71%. Rata-rata kesembuhan di Indonesia yang 71% ini sedikit lebih rendah dari rata-rata kesembuhan dunia yang 72%,” ungkap Menkes.

Pemerintah, menurut Menkes, juga bekerja keras untuk menurunkan angka kematian yang rata-rata kematian di Indonesia menurun dari 4,49% menjadi, per 13 September kemarin, 3,99%.

Meski masih sedikit lebih tinggi, lanjut Menkes, dari rata-rata kematian dunia yang mencapai 3,18%, angka kematian sebesar 3,99% mengalami penurunan dibandingkan angka kematian seminggu sebelumnya yang 4,2%.

Sementara itu, Menkes juga menjelaskan bahwa total relawan tenaga kesehatan Nusantara Sehat dan internship yang sudah ditempatkan ada sebanyak 16.286 orang tersebar di rumah sakit Covid-19 dan laboratorium sarana kesehatan untuk melayani.

Disampaikan Menkes, masih ada 3.500 dokter internship, masih ada 800 tenaga Nusantara Sehat dan ada tenaga relawan 685, termasuk di dalamnya ada dokter spesialis paru, anestesi, penyakit dalam, dan juga tenaga kesehatan lain seperti perawat, dokter umum dan sebagainya yang siap di-deploy-kan untuk membantu bila ada penambahan tenaga yang dibutuhkan.

Pada bagian akhir keterangannya, Menkes sampaikan agar warga selalu patuh pada protokol kesehatan. “Mohon partisipasi dari semua pihak, terutama di level kelurahan, desa, RW, dan RT untuk menjaga kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan,” pungkasnya. (MAY/EN)

Berita Terbaru