Tiba di Brisbane, Presiden Jokowi Akan Temui PM Tony Abbot dan Hadiri KTT G-20

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 November 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 46.400 Kali

Jokowi diserbu wartawan di Brisbane1Setelah terbang sekitar 12 jam dari Nay Pyi Taw, Myanmar, serta ditambah dengan transit selama satu jam di Bandara Ngurah Rai, Bali, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Widodo telah tiba Brisbane, Australia, Jumat (14/11) sekitar pukul 14.26 waktu setempat.

Kedatangan Presiden Jokowi disambut oleh Dubes RI di Australia Nadjib Rifhat Kesoema dan Nino Nadjib Riphat serta Duta Besar Australia untuk Indonesia Gregory Moriarty, Jaksa Agung Federal George Brandis, dan PM Queensland Campbell Newman beserta istrinya, Lisa. Selain itu, sejumlah wartawan setempat juga ikut langsung ‘menyerbu’ kedatangan Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi sudah ditunggu sejumlah agenda padat selama kunjungannya di Brisbane. Pada Jumat (14/11) malam nanti, Presiden Jokowi akan mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Australia Tony Abbot. Selain itu, Presiden Jokowi juga dijadwalkan akan mengunjungi the Queensland University of Technology untuk bertemu dengan mahasiswa Indoenesia yang tinggal di Australia.

Puncak kegiatan Presiden Jokowi di Brisbane adalah menghadiri pembukaan KTT-20 pada Sabtu (15/11) besok, dan berbagai forum diskusi hingga Minggu (16/11).

Ikut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana dalam kunjungan itu antara lain putrinya Kahiyang Ayu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP marsudi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto, Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, dan penasihat luar negeri Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Rizal Sukma.

Reformasi Ekonomi

Sementara itu Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri Toferry Soetikno di Jakarta, Rabu (12/11) mengatakan, Presiden Jokowi  akan menyampaikan pidato terkait reformasi ekonomi dan birokrasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brisbane.

“Presiden Jokowi secara khusus diminta untuk berbicara tentang pengalaman beliau dalam melakukan reformasi ekonomi dan birokrasi saat menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Gubernur Jakarta,” kata  Toffery.

Ia menyebutkan, pidato Presiden Jokowi tersebut akan disampaikan dalam pertemuan tertutup para pemimpin negara-negara G20 sebagai acara awal KTT G20 yang akan berlangsung pada 15-16 November 2014.

Dalam jumpa pers terkait keikutsertaan Indonesia dalam KTT APEC, ASEAN dan G20, Toferry menjelaskan, Indonesia akan membawa isu pembangunan sektor maritim dalam kontribusinya pada penguatan pertumbuhan ekonomi global.

“Pada keketuaan Australia, G20 berkomitmen menaikkan pertumbuhan global sebesar dua persen, ini sejalan dengan target pertumbuhan dalam negeri Indonesia sebesar tujuh persen,” kata  Toffery.

Salah satu cara untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, pemerintahan Presiden Jokowi ingin mengoptimalkan pemanfaatan potensi laut Indonesia. (Wid/ANT/ES)

Berita Terbaru