Tiba di Laos, Presiden Jokowi Hadiri KTT ke-28 dan ke-29 ASEAN

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 September 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 31.994 Kali
Ketibaan Presiden dan Ibu Iriana Jokowi di Vientiane, Laos, Senin (5/9) malam. (Foto: Humas/Edi N)

Ketibaan Presiden dan Ibu Iriana Jokowi di Vientiane, Laos, Senin (5/9) malam. (Foto: Humas/Edi N)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Jokowi dan rombongan tiba di Bandar Udara (Bandara) Internasional Wattay, Vientiane, Republik Demokrasi Rakyat Laos pada pukul 21.45 Senin (5/9) malam.

Saat mendarat, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana, disambut oleh Kepala Protokol Negara Laos, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia (RI) untuk Laos Irmawan Emir Wisnandar, dan Atase Pertahanan RI untuk Laos Kolonel A.B Tiranda.

Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo kemudian langsung menuju ke penginapan di ASEM Villa, Vientiane. Sedangkan, para menteri dan delegasi yang lain menginap di Don Chan Palace, Vientiane.

Seperti yang disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Senin (5/9), selama berada di Laos, Presiden menghadiri banyak kegiatan.

“Kalau saya hitung, dari pertemuan dan juga kegiatan-kegiatan lain yang juga dihadiri oleh Presiden, maka total kegiatan yang akan dilakukan adalah sekitar 19 kegiatan dalam 3 hari ke depan,” kata Retno.

Pada KTT ini, lanjut Menlu, Presiden Joko Widodo akan berbicara mengenai pentingnya perdamaian dan stabilitas keamanan serta menekankan kembali kesatuan dan sentralitas ASEAN. Pada pertemuan tingkat menteri ASEAN sebelumnya, lanjut Menlu, Indonesia mengadopsi Komunikasi Bersama dan juga ASEAN Statement mengenai masalah keamanan dan stabilitas kawasan.

“Untuk merespons dinamika yang baru, Indonesia perlu mengingatkan pentingnya untuk memperkokoh arsitektur keamanan kawasan,” ujar Menlu seraya mengatakan meskipun sudah ada Treaty of Amity and Cooperation (TAC), Deklarasi Bali, dan sebagainya masih ada pertanyaan apakah sudah bisa menjawab tantangan dinamika di kawasan Asia Tenggara yang ada saat ini.

Menlu menyampaikan bahwa ini merupakan satu pemikiran yang akan disampaikan oleh Indonesia, bagaimana semua, terutama dalam konteks kawasan Asia Tenggara, dapat memperkokoh apa yang sudah ada.

“Sehingga tidak muncul ketidakpercayaan yang mengakibatkan adanya potensi konflik, ketidakpercayaan yang kemudian memunculkan ketegangan-ketegangan,” tambah Menlu saat menjelaskan tentang posisi Indonesia dalam KTT ke-28 dan ke-29 ASEAN di Laos kali ini.

Pada akhirnya, lanjut Menlu, dengan adanya stabilitas keamanan maka kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya dapat menikmati kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Itulah pesan utama Indonesia pada gelaran KTT ASEAN kali ini.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara dari Hangzhou Seskab Pramono Anung dan Kepala BKPM Thomas Lembong, serta Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi. Sedangkan para menteri yang menyambut di Vientiane adalah Menko Polhukam Wiranto, Menlu Retno Marsudi, Mendag Enggartiasto Lukito, dan Kepala BIN Sutiyoso. (EN/UN)

Berita Terbaru