Tidak Ada Kendala Pencairan, Akan Ada Kegiatan ‘Countdown’ Asian Games 2018

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Juni 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 22.325 Kali
Menpora Imam Nahrawi dan Kepala Bekraf Triawan Munaf berjalan bersama sebelum menyampaikan konpers, usai rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/6) sore. (Foto: JAY/Humas)

Menpora dan Kepala Bekraf berjalan bersama sebelum menyampaikan konpers, usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/6) sore. (Foto: JAY/Humas)

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi optimistis anggaran penyelenggaraan Asian Games 2018 sebesar Rp4,5 triliun akan tercukupi. Ia menyebutkan, dari total anggaran Rp4,5 triliun itu, sebanyak Rp1,8 triliun dianggarkan pada APBN 2017, Rp1,7 triliun pada 2018, dan sisanya Rp1,7 triliun diharapkan berasal dari sponsor.

“Tahun anggaran 2017 sudah kami cairkan Rp500 miliar. Sesungguhnya tidak ada kendala pencairan, tinggal bagaimana seluruh pihak terkait itu betul-betul melaksanakan semua ketentuan yang berlaku,” kata Imam Nahrawi kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/6) sore.

Karena itu, Menpora bersyukur, karena sudah  ada semacam Sekretariat Bersama, ada BPKP, ada Kementerian Keuangan, INASGOC, Kemenpora sehingga bisa mempercepat semua proses itu.

Menpora tetap optimistis dukungan dari sponsor dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 itu. Ia mengingatkan, karena bicara sponsor mungkin saja rapatnya tahun ini, tapi pencairannya di tahun yang akan datang.

“Semuanya butuh proses. Karenanya kita nanti akan memperkuat BLU (Badan Layanan Umum) untuk menampung dana sponsor sehingga terkelola sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas Imam.

Yang pasti, lanjut Menpora, Menteri BUMN Rini Soemarno sangat antusias, dan pasti akan ada tindak lanjut kepada seluruh BUMN. “Saya belum dapat progres dari INASGOC ya. Tetapi melihat antusias dari kehadiran beliau-beliau. Saya kira kita sangat optimis,” sambung Menpora.

Mengenai arahan Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas, menurut Menpora Imam Nahrawi, yang pasti bahwa semua anggaran harus dimaksimalkan dengan baik. Termasuk kekurangan anggaran yang dialami INASGOC harus dipenuhi.

“Jadi bisa bersumber dari apa namanya pemanfaatan anggaran yang di Kemenpora maupun dari Kementerian Keuangan,” jelas Imam.

‘Countdown’ Asian Games

Sementara itu Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan,  terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 akan ada kegiatan yang sifatnya countdown, yang akan digelar dari 18 Agustus sampai penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang.

“Countdown ini akan dimulai tanggal 18 Agustus yang direncanakan di Monas,” kata Triawan.

Ia menjelaskan, digelarnya countdown ini karena sebagai tuan rumah Asian Games, Indonesia harus bisa memanfaatkan seoptimal mungkin. Bukan hanya event olahraga tapi juga event-event budaya, event seni dan event ekonomi.

“Sehingga selain bisa meningkatkan kegairahan, keikutsertaan masyarakat dan juga para stakeholder kreatif juga bisa meningkatkan kegairahan transaksi jual beli dan lain-lain yang berkaitan dengan Asian Games,” jelas Triawan.

Rangkaian ini, lanjut Kepala Bekraf, akan  mengikutsertakan event-event yang sifatnya non olahraga. Misalnya akan ada festival film, lalu ada festival musik, seni, digital, festival kuliner Asia, festival film Asia, semuanya disebutnya Asia. Oleh karena itu, namanya nantinya adalah Celebrasia.

“Jadi apa namanya me-selebrasikan, merayakan apa yang dilakukan untuk kawasan Asia ini. Kita juga akan mengundang peserta-peserta dari luar Indonesia,” kata Triawan seraya menambahkan, pemerintah ingin agar Asian Games ini tidak hanya olahraga, tapi juga sebuah kegiatan budaya, sebuah kegiatan yang sifatnya festival. (RMI/JAY/ES)

Berita Terbaru