Tidak Hanya Beras, Seskab: Presiden Setuju Perpres Bulog Jadi Penyangga Jagung dan Kedelai

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Maret 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 35.388 Kali
Presiden Jokowi secara mendadak mengunjungi Gudang Bulog, di Kabupaten Karanganyar, Jateng, Jumat (11/3) siang. (Foto: Setpres)

Presiden Jokowi secara mendadak mengunjungi Gudang Bulog, di Kabupaten Karanganyar, Jateng, Jumat (11/3) siang. (Foto: Setpres)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui Peraturan Presiden (Perpres) baru yang mengatur Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak lagi semata-mata hanya mengurus beras, tapi juga dua komoditas lainnya, yaitu jagung dan kedelai.

“Bagaimanapun Bulog diharapkan menjadi penyangga harga pangan,” kata Seskab Pramono Anung kepada wartawan, di ruang kerjanya Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Jumat (11/3) siang.

Namun diakui Seskab, jika dalam inspeksi mendadak ke gudang pengolahan gabah milik Bulog di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (11/3) pagi, sebelum mengunjungi Waduk Gondang, Presiden Jokowi yang didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menemukan hal yang kurang memuaskan dari kinerja Perum Bulog.

“Hari ini presiden melihat di lapangan, ternyata kapasitasnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, pengeringan tidak seperti yang diharapkan, jauh dari kapasitas maksimumnya, hanya sekitar 20 persen dari kapasitas yang ada,” kata Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.

Kenyataan tersebut, lanjut Seskab, menunjukkan bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki di Bulog.Maka dengan demikian dengan penugasan tambahan ini dan nanti akan ada peraturan pemerintah berkaitan dengan Bulog, Seskab menilai hal tersebut perlu dilakukan supaya Bulog kinerjanya bisa diukur.

“Dan sekarang inikan karena memang ada keluhan dari petani ketika mereka akan panen kok kenapa harganya menjadi turun,” jelas Seskab.

Seskab mencontohkan ketiga panen jagung di Nusa Tenggara Barat menjadi persoalan. Berdasarkan kejadian panen jagung di Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu karena Bulog tidak merasa bertanggung jawab terhadap jagung. Sehingga ketika harga jagung pada waktu itu sedang bagus, dan seharusnya Bulog membeli jagung dari petani dengan harga bagus namun tidak dilakukan.

Perum Bulog adalah perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan. Ruang lingkup bisnis perusahaan meliputi usaha logistik/pergudangan, survei dan pemberantasan hama, penyediaan karung plastik, usaha angkutan, perdagangan komoditi pangan dan usaha eceran.

Sebagai perusahaan yang tetap mengemban tugas publik dari pemerintah, Bulog tetap melakukan kegiatan menjaga Harga Dasar Pembelian untuk gabah, stabilisasi harga khususnya harga pokok, menyalurkan beras untuk orang miskin (Raskin) dan pengelolaan stok pangan. (FID/UN/ES)

 

 

 

 

Berita Terbaru