Tidak Ingin ASN Habis Waktu Buat Laporan SPJ, Presiden Jokowi: Terapkan ‘E-Government”

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 Juni 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 35.095 Kali
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Reformasi Aparatur Sipil Negara, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/6). (Foto: Humas/Jay).

Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Reformasi Aparatur Sipil Negara, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/6). (Foto: Humas/Jay).

Terkait manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dirinya ingin menekankan pada pemanfaatan teknologi informasi melalui penerapan e-government karena kita sudah masuk ke era teknologi informasi, sehingga kecepatan jadi sangat penting.

“Jangan sampai kita jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam pelayanan publik, pelayanan administrasi kepada warga, dan sebenarnya dengan adanya teknologi informasi ini kita seharusnya bisa bekerja cepat,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Reformasi Aparatur Sipil Negara, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/6) sore.
Presiden yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku tidak ingin ASN kita menghabiskan waktunya berhari-hari, untuk membuat SPJ (Surat Pertanggung Jawaban) yang jumlahnya berlembar-lembar, dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk memeriksa surat menyurat atau berkas-berkas yang menumpuk.

“Saya kira semua itu bisa disederhanakan melalui penggunaan teknologi informasi yang baik,” tutur Presiden.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri PANRB Asman Abnur, Menkumham Yasonna Laoly, Menkominfo Rudiantara, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan Mendikbud Muhadjir Effendy. (DNA/JAY/ES)

Berita Terbaru