Tingkatkan Kualitas SDM, Seskab Minta TP PKK Jadi Garda Terdepan Pelopori Revolusi Mental

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 Juni 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 24.402 Kali
Seskab Pramono Anung memberikan arahan pada Rapat Konsultasi TP PKK, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (31/5) malam. (Foto: JAY/Humas)

Seskab Pramono Anung memberikan arahan pada Rapat Konsultasi TP PKK, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (31/5) malam. (Foto: Humas/Jay)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, ada tiga poin peran dari kader Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam pelaksanaan program pemerintah, yaitu sebagai mitra kerja pemerintah dan motor penggerak dalam upaya mensejahterakan keluarga.

Selain itu, TP PKK harus responsif dan peka terhadap lingkungan yang membutuhkan penanganan mendesak, dan menjadi garda terdepan dalam mempelopori gerakan revolusi mental untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis keluarga.

Untuk itu Seskab mengajak para TP PKK agar menyukseskan prioritas program kerja PKK dengan paradigma baru untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera. “Ini tantangan. Dan pendekatan yang dilakukan PKK sebagai salah satu motor penggerak bangsa, kami yakin bisa berperan besar untuk itu. Kuncinya dimana? Di keluarga,” kata Pramono saat memberikan arahan pada Rapat Konsultasi TP PKK, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (31/5) malam

Dalam kesempatan ini, Seskab memberikan sedikit gambaran tentang apa yang menjadi potret dari bangsa Indonesia, salah satunya terkait kedisiplinan dengan masih membuang sampah tidak pada tempatnya, dan ketertiban berlalu lintas. “Kita juga masih memiliki masalah dalam kekerasan terhadap anak,” ujar Seskab.

Mengutip Presiden Joko Widodo, Seskab mengatakan, bahwa permasalahan bangsa ini hanya ada dua, yaitu korupsi dan narkoba. Korupsi ini, lanjut Seskab, seperti gunung es, setiap hari ada yang tertangkap dan dalam jumlah yang begitu besar. Seskab juga mempertanyakan, apa yang salah dari masalah ini, apakah sistemnya ataukah budayanya.

Menurut Seskab, pembangunan fisik saja tidak cukup jika tidak diikuti pembangunan mental. Ia menegaskan, masalah mental, korupsi dan narkoba menjadi persoalan serius bangsa ini. Namun, di atas itu semua, Seskab mengatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat karena memiliki semangat gotong royong, memiliki bentuk negara sebagai NKRI, memiliki ideologi Pancasila, memiliki konstitusi, serta memiliki bahasa persatuan.

Namun, sekali lagi Seskab menegaskan awal sebuah negara menjadi besar adalah kunci utamanya dari keluarga. “Maka saya ingin menyampaikan bahwa PKK mengambil isu topik ini sudah sangat tepat. Yang memulai adalah dari keluarga,” ujarnya.

Untuk itu, Seskab mengatakan agar revolusi mental bisa berjalan, maka faktor yang paling utama adalah keluarga, dan pemimpin yang bisa menjadi role model dalam aturan proses interpersonal.

“Dan menurut saya kunci paling utama bangsa ini mau menjadi maju adalah persoalan mentalitas dan kunci dari itu adalah keluarga,” tuturnya.

Tampak hadir dalam acara itu antara lain Hani Pramono Anung, Emi Gurtarti Tjahjo Kumolo, serta TP PKK dari 34 provinsi se-Indonesia. (FID/ES)

Berita Terbaru