Tinjau PLBN Entikong, Presiden Jokowi: Nasionalisme Kita Memang Harus Ditunjukkan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 Maret 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 24.155 Kali
Jokowi menjawab wartawan saat mengunjungi PLBN Entikong, di Kab. Sanggau, Kalbar, Rabu (23/3) siang. (Foto: Humas/Rahmat)

Jokowi menjawab wartawan saat mengunjungi PLBN Entikong, di Kab. Sanggau, Kalbar, Rabu (23/3) siang. (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (23/3) siang. Didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Mensesneg Pratikno, Presiden dan Ibu Negara meninjau beberapa titik kawasan PLBN.

Titik pertama peninjauan adalah area pemeriksaan (checkpoint) pintu kedatangan ke Indonesia. Kemudian Presiden dan rombongan berjalan kaki menuju proyek gedung PLBN yang sedang dalam pembangunan, gedung baru inilah nantinya yang akan menjadi gedung utama PLBN. Peninjauan berakhir di Monumen Garuda yang berada di pintu depan. Keseluruhan pembangunan PLBN ini akan diselesaikan pada akhir tahun 2016.

“Ini yang perlu saya sampaikan, saya pastikan lebih baik. Lebih baik dari yang lalu, lebih besar dari yang lalu, dan lebih baik dari yang di sana (menunjuk ke arah perbatasan Indonesia-Malaysia). Pasti lebih baik,” tegas Kepala Negara.

Bangunan lama PLBN Entikong ini nanti akan dihilangkan, diganti dengan bangunan baru dengan luas kurang lebih menjadi 2.000  meter persegi.

Presiden menekankan bahwa Indonesia ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dan bangsa besar, dan itu harus ditunjukkan dalam bentuk fisik yang  juga besar.

“Ini sebuah kebanggaan, ini nasionalisme kita. Memang harus kita tunjukkan ini adalah jendela kita, halaman muka kita, dan orang masuk ke negara kita. Oh, ini negara besar,” tutur Presiden Jokowi.

Untuk meningkatkan kegiatan ekonomi di PLBN Entikong, ujar Presiden, akan dibangun pasar modern, sehingga nanti usaha kecil dan mikro bisa berjualan.

Menurut Presiden, pembangunan infrastruktur dilakukan dari pinggiran atau perbatasan karena pemerintah ingin titik-titik pertumbuhan ekonomi itu ada di pinggir, tidak hanya Jawa-sentris tapi juga di daerah lain seperti Kalimantan, NTT, maupun Papua.

“Yang dibangun juga bukan hanya pos lintas negara saja, tetapi juga infrastruktur jalannya. Kita lihat jalan ini, sudah diperlebar berapa kali? Kemarin hanya 5 (meter), sekarang 20 (meter). Gede banget,” pungkas Presiden.

Tujuan pembangunan infrastruktur ini, kata Presiden, adalah titik-titik pertumbuhan ekonomi, dan yang paling penting adalah pembangunan regional (regional development).

Sedangkan untuk pengawasan, Presiden Jokowi mengungkapkan dirinya akan bertemu dengan seluruh Kapolres, Dandim, Pangdam, dan Kapolda di Pontianak, untuk membahas masalah narkoba, terorisme, keamanan, dan lain-lain yang juga terkait dengan pos lintas batas.  (SLN/ES)

Berita Terbaru