Tinjau Vaksinasi di Pelabuhan Tanjung Priok, Presiden: Semoga Para Pekerja Terlindungi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Juni 2021
Kategori: Berita
Dibaca: 135 Kali

Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi COVID-19 massal, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/06/2021) pagi. (Foto: BPMI Setpres/Rusman)

Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 massal di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali meninjau vaksinasi yang kali ini digelar di Pelabuhan Pelindo II Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/06/2021) pagi. Vaksinasi massal ini menyasar masyarakat maritim seperti pekerja pelabuhan, pekerja bongkar dan muat, sopir dan kernet, hingga pelayan-pelayan publik lainnya yang berada di pelabuhan tersebut.

“Pagi hari ini saya berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kita tahu ini merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang melayani kapal penumpang, melayani kapal barang domestik maupun ke mancanegara. Serta menjadi infrastruktur penghubung yang sangat penting dalam mendistribusikan logistik ke tanah air,” ujar Presiden dalam keterangan pers usai peninjauan.

Sebagai pelabuhan terbesar dan tersibuk di Tanah Air, Presiden menyampaikan bahwa tingkat mobilitas dan interaksi di Pelabuhan Tanjung Priok sangat tinggi, begitu juga dengan risiko penularan COVID-19.

“Kita tahu di sini mobilitas orang, mobilitas barang sangat tinggi dan kemungkinan untuk tertular COVID-19 juga sangat tinggi, baik karena interaksi dengan penumpang kapal, interaksi juga dengan ABK (Anak Buah Kapal) yang ada di kapal,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara berharap agar gelaran vaksinasi massal yang menyasar sekitar 1.500 orang ini dapat memberikan pelindungan bagi masyarakat maritim yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita harapkan dengan telah divaksinasinya para pekerja tersebut, bisa terlindungi dari COVID-19,” pungkasnya.

Dalam peninjauan Presiden didampingi oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (TGH/UN)

Berita Terbaru