Titik Api Paling Banyak, Presiden Jokowi: Upaya Pemadaman Asap Dikonsentrasikan Di Sumsel

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 34.851 Kali
Presiden Jokowi menjawab wartawan seusai meninjau pembangunan rel kereta di Bandara Minangkabau, Padang, Sumbar, Sabtu (10/10)

Presiden Jokowi menjawab wartawan seusai meninjau pembangunan rel kereta di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumbar, Sabtu (10/10) petang

Setelah meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan bencana kabut asap di Kampar, Riau, dan sebelumnya juga melihat langsung lokasi kebakaran hutan di Sumatera Selatan (Sumsel), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyimpulkan bahwa titik apa paling banyak di Sumsel. Karena itu, semua upaya pemadaman dikonsentrasikan di sana.

“Ini memang titik api paling banyak ada di Sumatra Selatan, semua kita konsentrasikan kesana, pesawat konsentrasikan kesana, para prajurit kita konsentrasikan kesana,karena titik apinya paling banyak. Sudah dikomando langsung oleh menko polhukam, disana,” kata Presiden Jokowi  kepada wartawan saat meninjau pembangunan rel kereta api, di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumbar, Sabtu (10/10) petang.

Karena itu, lanjut Presiden Jokowi, diharapkan nanti juga bantuan pesawat dari Singapura, Malaysia, Australi, Rusia,dari China (RRT) semua dikonsentrasi kesana. “Mereka akan seminggu disana,” ujarnya.

Menurut Presiden Jokowi, pada Minggu (11/10) hingga Senin (12/10), semua pesawat bantuan dari negara tetangga sudah mulai masuk. Saat ini yang sudah datang adalah pesawat Singapura dan dari Tiongkok (RRT).

Saat ditanya mengenai kemungkinan Indonesia membeli pesawat baru khusus untuk pemadaman kebakaran hutan, Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah akan beli pesawat baru yang daya angkutnya lebih dari 12ton untuk mengangkut air, sehingga sekali siram bisa 12-15 ton. Minimal 3 (tiga) pesawat.

Namun Presiden Jokowi enggan menyebutkan nama pesawat yang akan dibeli nanti. “Kita ngga boleh sebut mereknya dari mana, negaranya disebut berati sudah tahu,” tuturnya.

Adapun mengenai penegakan hukum hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pembakaran hutan itu, Presiden meminta wartawan menanyakannya kepada Kapolri. (DID/UN/GUN/ES)

 

Berita Terbaru