Tolak Bayar Uang Tebusan, Presiden Jokowi: Kondisi WNI Yang Disandera di Filipina Masih Baik

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 26 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 24.013 Kali
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (26/4), di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (26/4), di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Humas/Jay)

Terkait dengan penyanderaan 14 Warga Negara Indonesia (WNI) oleh kelompok milisi di Filipina, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, siang-malam dirinya selalu mengikuti posisinya seperti apa. Ia menegaskan,  komunikasi terus dilakukan baik dengan pemerintah Filipina maupun juga dengan yang menyandera, dan diharapkan ini bisa segera diselesaikan.

“Memang kita ingin agar sandera itu segera bisa dilepas tetapi kita juga harus sadar bahwa itu berada di negara lain. Kalau kita mau masuk kesana juga harus ada izin, kalau kita mau menggunakan TNI kita juga izin,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/4) siang.

Presiden mengingatkan, Pemerintah Filipina pun juga harus mendapatkan persetujuan dari parlemen.  Ini lah, yang menurut Presiden, memang sangat menyulitkan kita. Karena itu, lanjut Presiden, pemerintah melakukan komunikasi dengan pemerintah Filipina, dan dengan melalui jaringan yang kita punya.

“Sampai saat ini sandera masih baik kondisinya,” tegas Presiden Jokowi.

Saat ditanya mengenai kemungkinan membayar uang tebusan sebagaimana dituntut kelompok penyandera, Presiden Jokowi menegaskan, kita tidak pernah berkompromi dengan hal-hal seperti itu. “Tidak ada urusan dengan uang tebusan,” tegasnya.

Presiden menjelaskan, pemerintah akan mengundang Panglima dari Malaysia dan Menteri Luar Negeri Malaysia serta Panglima dari Filipina dan Menteri Luar Negeri Filipina, untuk bertemu di Jakarta minggu ini. “Kita akan ketemu di sini, kita akan buat patroli bersama sehingga memastikan bahwa alur di kawasan itu betul-betul dalam kondisi aman,” ujarnya.

Namun Presiden mengingatkan, bahwa persoalannya tidak semudah itu, Ia meminta jangan memudahkan persoalan, karena ini persoalan yang tidak mudah karena di situ dikepung oleh tentara Filipina. “Kita tahu kemarin sandera sudah dipindah lagi ke tempat lain. Pindah-pindah sandera juga menyulitkan kita, tetapi insya Allah akan segera kita selesaikan,” pungkasnya. (DNS/ES)

Berita Terbaru