Tolak Disebut Percobaan Asian Games, Presiden Jokowi: Kontingen SEA Games Harus Rebut Juara

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Agustus 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 18.512 Kali
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai melepas para atlet Sea Games XXIX, di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/8). (Foto: Humas/Oji)

Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai melepas para atlet SEA Games XXIX, di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/8). (Foto: Humas/Oji)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak anggapan, jika pengiriman kontingen Indonesia ke ajang pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara, SEA Games XXIX Tahun 2017, di Kuala Lumpur, Malaysia, hanya sebagai ajang percobaan untuk Asian Games XVIII Tahun 2018, yang akan digelar di Palembang dan Jakarta, tahun 2018 mendatang.

“Masa percobaan. SEA Games ya SEA Games dan targetnya emas ya emas, targetnya juara ya juara. Dan ini nanti menjadi batu untuk melompat ke Asian Games, persiapan menuju ke Asian Games, arahnya ke sana,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan beramah tamah dengan para atlet yang baru dilepasnya menuju SEA Games XXIX, di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/8) siang.

Kepala Negara mengingatkan, sebagai negara besar, Indonesia mestinya memasang target juara umum pada ajang SEA Games XXIX. Jika sebelumnya, Indonesia sudah 10 kali juara umum SEA Games maka kalau bisa menjadi 11 kali akan jauh lebih baik.

Soal persaingan dengan negara lain, menurut Presiden Jokowi, semua negara sama, mempersiapkan diri untuk bertarung, untuk bertanding memperebutkan juara.

“Menginginkan emas semuanya pasti seperti itu karena menyangkut kebanggaan bangsa, menyangkut sebuah prestasi dan rasa bangga, semuanya pasti arahnya ke sana semuanya,” ujar Presiden Jokowi.

Karena itu, lanjut Presiden, pembinaan itu memang harus dilakukan terus-menerus, dengan kompetisi-kompetisi sejak usia dini, remaja, dan naik, naik, naik. Menurut Presiden, semua cabang olahraga harus seperti itu dan dipersiapkan dalam sebuah sistem kompetisi yang baik, dalam sebuah sistem pembinaan yang baik, juga sistem anggaran yang terencana dan baik, semuanya.

“Tanpa mengorganisasi seperti itu, dengan sistem kompetisi-kompetisi, ya apapun sulit. Semakin banyak kompetisi akan memperbaiki prestasi-prestasi atlet. Kuncinya di situ saya kira,” pungkas Presiden Jokowi. (FID/OJI/ES)

Berita Terbaru