Topang Sektor Pariwisata Maratua Melalui Kegiatan Ekonomi Rakyat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 September 2016
Kategori: Nusantara
Dibaca: 13.848 Kali

Latihan PengrajinMenopang sektor pariwisata melalui kegiatan ekonomi rakyat memang menjadi strategi jitu. Sektor usaha kecil dan menengah khususnya pengrajin khas daerah otomatis bisa mendukung sektor pariwisata daerah.  Hasil pengrajin masyarakat daerah baik berupa kerajinan tangan dalam bentuk souvenir, maupun berupa makanan khas juga bisa dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh.

Praktisi dari UPTD Pusat Pengembangan dan Promosi UKM (P3UKM) Disperindagkop Kaltim Supriyadi mengatakan, Maratua memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan kerajinan dengan memanfaatkan alam sekitar.

“80 persen baik, masyarakat juga antusias. Saya yakin bila ada bahan produksi maka kegiatan ekonomi akan berjalan,” kata Supriyadi ketika menjadi narasumber pada Kegiatan Pendampingan Wirausaha dan UMKM di Pulau Maratua, Kaltim, beberapa waktu lalu.

Supriyadi juga menambahkan, stimulan yang dilakukan Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (IBPPD) Kaltim akan ditindaklanjuti agar kegiatan ekonomi di Maratau dapat terpantau dengan baik. “Saya akan melaporkan kepada Disperindagkop Kaltim bahwa Maratua memiliki potensi yang menjanjikan untuk pengembangan, promosi dan pengemasan produk wisata. Sementara untuk kabupaten dapat melalui Dekranasda Berau, jalur industri dan lainnya.” ujarnya.

Ia yakin Maratua dapat berkembang, saat ini bagaimana setiap individu untuk mengembangkan daerahnya sendiri.

Secara terpisah, Praktisi dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau Anasruddin mengungkapkan, bahwa ia telah menawarkan hasil kerajinan masyarakat Maratua untuk dipromosikan dalam Expo yang akan berlangsung pada 15 September mendatang bertepatan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Berau dan ulang tahun Tanjung Redeb.

“Jika masyarakat berminat, maka hasil kerajinan dikirim terlebih dulu ke Dekranasda Berau. Kita akan melihat apa yang perlu disempurnakan. Jikapun berkenan nantinya nama-nama pengrajin akan terdaftar di Dekranasda ataupun Disperindagkop,” kata Anas.

Peserta pendampingan diberikan materi membuat kerajinan dengan bahan dasar resin dan katalis serta batok kelapa. Hasil kerajinan batok kelapa berupa gelang, dan tasbih. Sedangkan hasil kerajinan resin dan katalis berupa gantungan kunci, asbak berbentuk penyu dan berbagai cetakan untuk souvenir. (bppdkaltim/es)

 

Nusantara Terbaru