Transkrip Presiden Joko Widodo meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Nasional RI di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 14 September 2017

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 18 September 2017
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 6.358 Kali
Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
 
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja, Gubernur DKI, beserta seluruh Bupati dan Walikota yang hadir. Yang saya hormati Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, hadirin dan tamu undangan yang berbahagia, khususnya para pegiat perpustakaan,  guru, dosen, penulis, penerbit yang pada pagi hari ini hadir.

 
Saya ingin yang pertama ingin menginformasikan sekali lagi mengenai Perpustakaan Nasional ini. Dulunya hanya 3 lantai, enggak ada yang mau datang ke sini. Sekarang 27 lantai plus basement. Jadi enggak kaget kalau gedung Perpustakaan Nasional ini tertinggi di dunia untuk gedung perpustakaan.
 
Yang kedua, tadi sudah disampaikan oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan  mengenai Dana Desa untuk perpustakaan, akan saya urus masalah ini.
 
Yang ketiga, untuk pegiat-pegiat literasi.  Saya dulu pernah janji setiap tanggal 17 setiap bulannya,  pengiriman buku atau hal-hal yang berkaitan dengan literasi digratiskan.  Berjalan ndak? Berjalan? Ya, kalau ndak berjalan ada yang saya jewer pasti nanti. Presiden sudah ngomong enggak dijalankan, ngeceknya gampang pas ketemu gini saya tanya, berjalan, oke berarti baik.
 
Kemudian yang keempat, ini juga saya minta pada Pak Mendikti. Jadi nantinya untuk jurnal internasional seluruh perguruan tinggi ini dipusatkan, dilewatkan di Perpustakaan Nasional ini. Kita hitung itu lebih efisien, murah kalau disatukan, jangan sendiri-sendiri. Sudah.
Sekarang semuanya kalau terintegrasi seperti itu jadi mudah. Kalau kita ke sini, kita lihat gedungnya seperti ini. Saya tanya tadi ke pak Kepala Perpustakaan, ini hasil dari lomba yang diadakan sehingga mendapatkan sebuah design dan hasilnya menurut saya sangat baik.
 
Saat saya mendapatkan laporan bahwa akan ada acara peresmian Gedung Perpusnas Republik Indonesia, saat itu juga saya sampaikan saya mau datang. Karena saya ingin melihat langsung bagaimana Perpusnas  Republik Indonesia ini mempersiapkan diri untuk masa depan. Ini persiapan diri untuk masuk ke masa depan. Karena sudah digagas Presiden Sukarno 65 tahun yang lalu, baru kita kerjakan pada saat ini. Ini dikerjakan 2 tahun 6 bulan dan selesai dengan kondisi yang sangat baik. Alhamdulillah, meskipun saya belum masuk, saya lihat luarnya saja saya sudah berani komentar, sangat baik.
 
Saya perlu mengingatkan kepada kita semuanya bahwa masa depan Perpusnas itu artinya bagaimana kita meningkatkan minat baca kepada anak-anak kita, kepada generasi Y, kepada generasi Z yang mempunyai pola pikir dan perilaku jauh berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, generasi-generasi kita. Mereka sekarang lebih senang baca tulisan atau baca berita di smartphone atau di tablet.
Dan saya keliling ke kampus-kampus, saya tanya berapa banyak mereka yang masih baca koran cetak. Saya dapat memastikan sudah sangat berkurang sekali. Karena klik, sekarang mereka bisa lihat berita apapun. Klik, mereka bisa lihat live streaming. Klik, mereka bisa lihat video apapun. Klik, mereka juga bisa langsung masuk ke Netflix. Sehingga berita apapun dalam waktu yang cepat bisa  mereka baca.
Toleransi durasi membaca mereka juga semakin pendek. Sekarang rata-rata kalau dalam 3 menit pertama tulisannya sudah tidak menarik, dibaca tidak menarik, langsung tidak mau baca sisanya, sudah. Itu sudah polanya seperti itu.
Bahkan kalau judulnya saja sudah tidak menarik. Judul itu sekarang penting sekali, jadi kalau ini sudah tidak menarik, langsung lewatin. Kalau bukunya susah dicari pasti mereka juga tidak mau baca. Jadi kecepatan-kecepatan sistem, kecepatan-kecepatan melayani itu menjadi sebuah hal yang sangat penting. Karena generasi sekarang, generasi Y, generasi Z sekarang mau apa-apa itu tinggal klik. Kita juga sudah saya kira yang hadir di sini juga sama. Pesan gado-gado, klik. Pesan sate kambing, klik. Setengah jam dateng lewat Gofood. Mau beli barang juga tinggal klik. Mau baca buku, baca artikel pasti ini juga,  klik, sudah. Pegangannya hanya ini saja. Semuanya sudah serba digital dan digital itu sudah menjadi bagian hidup mereka.
 
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Sekarang ini memang sudah eranya terobosan-terobosan digital. Destruktif inovation yang sudah banyak terjadi diberbagai bidang. Semuanya, semua hal bergerak berkembang dengan cara yang tidak diduga, inovasinya cepat sekali. Dan kalau kita tidak ikut berubah, kita tidak cepat melakukan revolusi digital, ya ditinggal. Ya ditinggal, udah.
 
Jadi saya senang sekali Perpusnas sekarang sudah mulai pengembangan serba digital, serba elektronik. Tadi saya diberi tahu akan ada e-resources, e-books, e-journal, dan macam-macam e- yang lainnya.
Tapi saya mau tes dulu nanti, benar tidak sudah full digital atau baru namanya saja elektronik. Tapi nanti saja, diam-diam saya suruh orang untuk coba layanan di Perpusnas yang baru ini. Harus dites, kalau enggak dites nanti jangan-jangan hanya… Benar tidak sudah gampang untuk minjam dan mengembalikan buku. Benar tidak sudah bisa diakses koleksi digitalnya di Perpus ini lewat smartphone.
Ini penting sekali, penting, penting pelayanan seperti itu. Akan saya cek, akan saya tes dengan cara saya.
 
Terakhir, saya ingatkan juga kepada Perpusnas Republik Indonesia jangan cepat merasa  puas dengan peresmian ini karena yang namanya digital, yang namanya destruktif inovation itu perkembangannya setiap saat, setiap jam, setiap menit, setiap detik selalu berkemabng, selalu ada perubahan. Perhatikan dan pelajari bagaimana orang mengkonsumsi buku, mengkonsumsi tulisan, lalu sesuaikan dnegan layanan Perpusnas dengan trend-trend terbaru yang ada.
 
Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini . dengan mengucap bismillahirahmanirahim, saya resmikan Gedung Layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang baru.
Terima kasih,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Transkrip Pidato Terbaru