Trigana Air Hilang Kontak, Presiden Jokowi Minta Kemenhub Dan Maskapai Beri Informasi Jelas

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 17 Agustus 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 26.933 Kali

Trigana AirPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh rakyat Indonesia yang tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia untuk berdoa dan mengheningkan cipta atas musibah hilang kontaknya pesawat Trigana Air dalam perjalanan dari Jayapura ke Oksibil, Papua, Minggu (16/8).

“Saya mohon seluruh rakyat Indonesia, menjelang peringatan detik-detik Proklamasi, mengheningkan cipta dan berdoa untuk seluruh kru dan penumpangnya,” tulis Presiden Jokowi dalam pernyataan persnya Sabtu (16/8) malam.

Presiden mengaku telah memperoleh laporan dari Menteri Perhubungan Ignasius Jonan terkait hilang kontaknya pesawat Trigana ATR 42 itu.

“Saya telah memerintahkan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk memimpi langsung pencaria pesawat dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada,” kata Presiden seraya menyebutkan, bahwa Tim Kementerian Perhubungan dan Basarnas dibantu TNI dan Polri pada Minggu (16/8) kemarin telah terbang ke Papua.

Presiden Jokowi juga meminta Kementerian Perhubungan dan Trigana Air membantu keluarga penumpang pesawat mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya mengenai perkembagan pencarian pesawat, kru, dan penumpang.

“Saya meminta Komite Nasional Keselamatan Trasportasi (KNKT) jug segera bekerja untuk menyelidiki peristiwa itu,” tulis Presiden Jokowi.

Tabrak Gunung

Sementara itu mengutip laporan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan dari Kepala SAR Jayapura, Presiden Jokowi melalui fanpage facebooknya, Minggu (16/8) malam menulis, bahwa pesawat Trigana Air yang hilang kontak ditemukan di Kamp 3, Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Diperoleh Informasi dari masyarakat menyampaikan bahwa pesawat menabrak Gunung Tangok. Sementara tim evakuasi gabungan antara BPBD, Pos Satgas 133, Koramil, Pos Oksibil serta Polres menuju TKP,” kata Kepala SAR Jayapura dalam laporannya kepada Menhub Ignasius Jonan.

Menurut rencana Tim Pencari dari gabungan TNI dan Basarnas Jayapura akan melakukan pencarian ke titik lokasi jatuhnya pesawat pada 17 Agustus 2015 pukul 06.00 WIT, dengan titik kumpul Baseops Lanud Jayapura.

Adapun pesawat yang akan digunakan dalam melaksanakan pencarian dan evakuasi antara lain sebagai berikut: a. TNI AU (Herkules dari Wamena); b. TNI AD (MI dan HellyBell); c. Trigana (ATR 42 dan Twin Oter); dan d. AMA (Caravan dan Pilatus) .

Pesawat Trigana Air ATR 42 dengan nomor penerbangan PK-YRN itu  lepas landas dari Bandara Sentani Jayapura pukul 14.22 WIT dengan waktu tiba diperkirakan di Oksibil 15.04 WIT. Namun pesawat yang mengkut 49 penumpang dengan 5 awak pesawat itu dilaporkan hilang kontak sejak pukul 15.00 WIT.

(Tim Komunikasi Presiden/ES)

Berita Terbaru