Turnamen Sepakbola Piala Kemerdekaan, Presiden Jokowi Minta Hadiah Juara I Rp 1,5 Miliar

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Agustus 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 32.741 Kali
Menpora Imam Nahrawi didampingi Staf Khusus Presiden Teten Masduki, seusai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/8)

Menpora Imam Nahrawi didampingi Staf Khusus Presiden Teten Masduki, seusai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/8)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Tim Transisi yang akan menggelar turnamen sepakbola memperebutkan Piala Kemerdekaan, menaikkan nilai hadiah untuk para juara turnamen tersebut.

“Untuk besaran hadiah, semula Tim Transisi menyiapkan Rp 500 juta untuk juara I, Rp 300 juta untuk juara II, dan Rp 200 juta untuk juara III. Tetapi Presiden meminta diganti menjadi Rp 1,5 milyar untuk juara I, Rp 1 milyar untuk juara II, dan Rp 750 juta untuk juara III,” kata Menpora Imam Nahrawai seusai bersama Tim Transisi, Manajer Klub yang akan ikut dalam turnamen tersebut,  Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (Awapi), dan sejumlah perangkat pertandingan, diterima Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/8).

Ditambahkan Menpora, bahwa hadiah untuk para juara akan diberikan sepenuhnya kepada klub, dan tentu tadi sudah ada komitmen bahwa siapapun juaranya, tidak boleh diketahui dari awal. “Itu adalah harapan dari semua klub yang hadir tadi, bahwa kami akan berkompetisi secara fairplay, fairness, dan kejujuran,” ujarnya.

Menpora juga menyampaikan adanya komitmen dari wasit yang akan memimpin turnamen Piala Kemerdekaan, dimana mereka tidak akan takut dengan ancaman-ancaman, karena bisa jadi ketika mafia bergerak, wasit, klub, bahkan pemain dipengaruhi.

“Luar biasa sekali  tadi komitmennya, bahwa mereka tidak boleh lagi terpengaruh oleh siapapun, dan menunjukkan bahwa prinsip fairplay itu menjadi pondasi penting bagi perubahan sepakbola Indonesia,” terang Imam.

Mengenai sumber dana yang digunakan untuk hadiah turnamen yang akan diselenggarakan pada 15 Agustus – 7 September itu, menurut Menpora, berasal dari sponsor.

“Presiden memerintahkan, ini harus dilakukan dengan transparan oleh operator yang transparan. Dan tentunya juga pemanfaatan yang transparan. Sehingga ke depan, ketika ada kesulitan bagi klub ini, maka akan ada kepercayaan dari publik untuk terlibat,” tambah Menpora.

Turnamen sepakbola Piala Kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Tim Transisi itu, menurut Menpora, akan dilaksanakan di enam kota, di antaranya Solo, Medan, Serang, Madiun, Bantul, dan Cilegon. Adapun jumlah peserta turnamen ini ada 24 klub dari Divisi Utama, yang terbagi ke dalam empat grup.

Momentum Penyadaran

Menurut Menpora Imam Nahrawi, Presiden Jokowi berharap agar penyelenggaraan turnamen sepakbola Piala Kemerdekaan ini menjadi momentum penyadaran bagi seluruh klub, agar mereka melakukan introspeksi.

“Presiden memberikan arahan dan perintah kepada kita semua bahwa ini momentum bagi klub dan kita semua untuk introspeksi,” kata Imam.

Menpora menilai,  selama ini tata kelola sepakbola sekaligus kompetisi ataupun turnamen itu belum menghasilkan sesuatu yang baik, karena memang klub belum mendapat porsi yang manusiawi atas hak-haknya. Ke depannya, lanjut Menpora, kita akan mulai perbaikan ini semua. (DND/DNS/ES)

 

Berita Terbaru