Turunkan Biaya Logistik?, Presiden Jokowi Dorong Penyelesaian Pembangunan Pelabuhan Merauke

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 30 Desember 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 37.131 Kali
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pelabuhan Perikanan Merauke, Papua Rabu (30/12) (Foto Biro Pers, Media, dan Informasi/Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pelabuhan Perikanan Merauke, Papua Rabu (30/12) (Foto Biro Pers, Media, dan Informasi/Setpres)

Setelah meresmikan Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085, yang diselenggarakan di lapangan Hasanap Sai, Kabupaten Merauke, Papua,  Rabu (30/12) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pelabuhan Perikanan Merauke.?

Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi menjanjikan akan mengucuri dana untuk menyelesaikan pembangunan pelabuhan yang dilakukan sejak tahun 2010 lalu itu, yang terhenti karena masalah pendanaan.

Menurut Presiden, potensi ikan di kawasan perairan Merauke sangat besar sekali. Hasilnya selama ini dikirimkan ke Surabaya ataupun ekspor. Karena itu, Presiden Jokowi meyakini jika pembangunan Pelabuhan Perikanan Merauke itu selesai maka industri pengolahan akan hadir di kawasan ini. “K?alau pelabuhan siap, investor siap,” tegasnya.

Presiden menjelaskan, Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membeli 3.400 unit kapa?l nelayan dan akan diberikan kepada nelayan yang tersebar di tanah air. Tentunya sejumlah unit dari kapal itu akan dialokasikan pula bagi nelayan yang berada di Merauke. “Tugas pemerintah memberi fasilitas pelabuhan yang baik, sehingga nelayan mendapat ikan banyak. Itu saling kait-mengait,” ungkap Presiden.

Sesuai rencana pelabuhan perikanan Merauke akan dibangun sepanjang 350 meter. Namun sekarang pembangunannya baru selesai 250 meter.  Menurut Presiden, kendala pembangunan Pelabuhan Perikanan di Merake ini karena bahan-bahannya didatangkan dari luar daerah, pasir dari Palu, batu juga dari Palu.

Presiden berharap tahun 2016 dermaga ini bisa beroperasi dan bisa menjadi pintu keluar (ekspor) ikan di perairan Merauke yang memang mempunyai potensi perikanan cukup besar. Tapi yang utama adalah untuk menekan biaya distribusi. ?”Kuncinya di pelabuhan sehingga biaya distribusi logistik murah,” ujar Presiden.

Semua kendala proses pembangunan ini, lanjut Presiden Jokowi, akan segera dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Kelautan dan Perikanan agar segera dapat terpecahkan.

?Anggaran yang telah dialokasikan pada pembangunan Pelabuhan Perikanan Samudera Merauke (PPSM) sampai dengan 2015 adalah dari APBD Merauke sebesar Rp89 miliar, yang berasal dari APBN adalah Rp. 97,5 miliar. Total realisasi pembiayaan sebesar Rp187 miliar dari rencana pembiayaan masterplan PPSM sebesar Rp1,3 triliun. (TKP/ES)

Berita Terbaru