Uang Tebusan Capai Rp97,1 Triliun, Presiden Jokowi Apresiasi Masyarakat dan Petugas Pajak

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 Oktober 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 40.131 Kali
Presiden berbincang-bincang dengan petugas pelayanan amnesti pajak, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (30/9) malam. (Foto: BPMI/Laily)

Presiden meninjau pelaksanaan layanan amnesti pajak, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (30/9) malam. (Foto: BPMI/Laily)

Usai memimpin Rapat Terbatas, Jumat (30/9) malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan sidak ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, guna melihat pelaksanaan pelayanan pada hari terakhir Periode I Program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty.

Tiba di lokasi sekitar 19.50 WIB, Presiden Jokowi didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, dan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi, menyaksikan langsung masih banyaknya antrian wajib pajak yang ingin berpartisipasi dalam program amnesti pajak ini.

Hingga pukul 20.03 WIB, kata Presiden, total deklarasi dan repatriasi peserta tax amnesty telah mencapai angka Rp3.540 triliun, sementara angka tebusannya sebesar Rp97,1 triliun.

“Tapi ini masih bergerak lagi nanti sampai jam 12 malam karena yang ngantri di sini masih banyak,” tutur Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh wajib pajak, dunia usaha, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam program tax amnesty ini.

“Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh petugas pajak, seluruh aparat pajak yang dalam 3 bulan terakhir ini betul-betul bekerja. Dalam sebulan terakhir ini bekerja sampai tengah malam, saya lihat sendiri,” kata Presiden Jokowi.

Presiden telah menyampaikan kepada Menteri Keuangan dan Dirjen Pajak agar kepada petugas pajak itu diberikan sebuah apresiasi karena telah memberikan pelayanan dan integritasnya dalam rangka program amnesti pajak.

Turut hadir dalam kesempatan itu Direktur Utama PT. Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani. (UN/ES)

Berita Terbaru