Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, 13 September 2023

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 13 September 2023
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 3.065 Kali

Keterangan Pers Presiden Joko Widodo usai Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), 13 September 2023

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Saya empat kali datang ke proyeknya kereta cepat, tapi memang baru pertama kali tadi mencoba. Nyaman, dan pada kecepatan tadi 350 km/jam tidak terasa sama sekali, baik saat duduk, maupun saat saya berjalan, sehingga ya inilah peradaban. Kecepatan. Kecepatan.

Jadi, kita harapkan masyarakat bisa menggunakan kereta cepat ini nanti mulai awal Oktober dan kita harapkan ada perpindahan dari penggunaan mobil pribadi ke kereta cepat, ke LRT, ke MRT, ke TransJakarta, sehingga kemacetan di jalan bisa dikurangi, polusi bisa dikurangi. Saya kira arahnya ke situ, karena setiap tahun kita kehilangan, karena macet di Jabodetabek dan Bandung, itu sudah lebih dari 100 triliun.

Wartawan
Berarti target peresmiannya tetap akan di bulan Oktober ya, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya, awal Oktober. Tapi yang menentukan, jangan dipikir saya nanti mengejar-ngejar, yang menentukan tetap dari manajemen kereta cepat.

Wartawan
Untuk tarif dan safety-nya seperti apa, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nanti yang menentukan juga manajemen kereta cepat, berdasarkan juga nanti tentu saja konsultasi dengan Kementerian Perhubungan.

Wartawan
Setelah uji coba, menurut Bapak ada yang masih belum disempurnakan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Saya melihat tadi bagus

Wartawan
Akan ada PSO-nya tidak, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tidak ada subsidi.

Wartawan
Untuk sertifikat izin operasi KCJB kira-kira kapan keluar, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sudah dijawab Menhub, satu minggu.

Wartawan
Pak, tanpa subsidi tadi berarti akan mahal atau seperti apa?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nanti dilihat, semuanya kan ada kalkulasinya, semuanya ada hitung-hitungannya. Mestinya. Tapi apapun yang paling penting kita ingin mendorong agar masyarakat berpindah dari mobil ke transportasi massal, baik itu kereta cepat, MRT, LRT, bus, masuk.

Wartawan
Sarana prasarana di stasiun apakah ada evaluasi?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Enggak, enggak, enggak.

Wartawan
Karena belum 100 persen semuanya kan, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya memang belum, baru tadi disampaikan ke saya 92 persen. Memang belum. Tapi kan keretanya sudah siap, ya dimanfaatkan dulu.

Wartawan
Berarti tetap 1 Oktober untuk peresmiannya?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang menentukan manajemen kereta cepat.

Wartawan
Tapi paling tidak dari Pak Presiden ada masukan mungkin kapan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oktober tadi saya sampaikan.

Wartawan
Kira-kira sampai akhir tahun ini, migrasi dari kereta Parahyangan Bandung ke kereta cepat, target Bapak berapa persen?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang wong belum dilihat. Orang kan mesti merasakan dulu, orang pasti mencoba dulu, baru menentukan sikap. Belum ngerasain sudah mengomentari. Rasain dulu, 350 km/jam seperti apa. Dari Halim sampai ke Padalarang 25 menit, kalau sampai Tegalluar berapa menit, hitung saja dicoba.

Wartawan
Pak, berarti uji coba gratis akan tetap dilakukan bagi masyarakat?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tetep, tetep. Biar orang mencoba, masyarakat mencoba.

Wartawan
Karena canggih, safety-nya seperti apa, Pak, dengan 30 menit tadi?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini kan sudah dibuat di RRT itu tidak hanya sekilo, 2 kilo, sudah 48 ribu kilometer. Mereka kan expert di situ.

Wartawan
Izin pertanyaan lain, terkait alokasi dana KPU yang hanya untuk pilpres satu putaran. Bagaimana komitmen pemerintah supaya pemilu bisa berjalan dengan lancar?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya kalau satu putaran ya satu putaran, kalau dua putaran ya dua putaran.

Wartawan
Tapi dananya hanya satu putaran, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya tanya Menteri Keuangan, pasti disiapin lah cadangan seperti itu.

Wartawan
Pak, tadi kecepatan maksimalnya kan sempat 321 km/jam. Kira-kira dari perolehan dan kenyamanan ini, apakah kereta cepat nanti akan dilanjutkan sampai Surabaya?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini sebetulnya bisa 385 km/jam, tapi memang untuk kenyamanan dipasang di 350 km/jam. Kalau yang ke Surabaya masih dalam studi, masih dalam kalkulasi, juga penentuan trasenya di sebelah mana. Baru dalam studi semuanya. Penentuan dan memutuskan seperti itu harus lewat kalkulasi dan perhitungan yang detail. Kalau belum selesai, enggak mungkin saya bisa jawab.

Keterangan Pers Terbaru