UKP PBM RI-Malaysia Akan Matangkan Hasil Kunjungan ke Tanjung Datu

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 26 April 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 14.784 Kali
Tim dari UKP PBM RI-Malaysia saat berada di Tanjung Datu, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (25/4). (Foto: Humas/Deni).

Tim dari UKP PBM RI-Malaysia saat berada di Tanjung Datu, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (25/4). (Foto: Humas/Deni).

Setelah berlayar sekitar 17 jam, Utusan Khusus Presiden Bidang Penetapan Batas Maritim (UKP PBM) Eddy Pratomo dan rombongan tiba di Tanjung Datu, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (25/4) siang.

UKP PBM RI-Malaysia Eddy Pratomo menjelaskan, di daerah Tanjung Datu, yang merupakan titik awal penarikan klaim batas laut teritorial Indonesia Malaysia dilakukan, tim gabungan telah memeriksa kondisi suar serta tanda-tanda lain guna menjadi dasar bagi perundingan selanjutnya antara kedua negara.

Kegiatan Tim yang didukung oleh 2 kapal patroli KRI Sembilang dan KRI Alamang, juga menyertakan unsur Kemlu, Pushidros Angkatan Laut, dan Badan Informasi Geospasial, lanjut Eddy, juga mendengarkan informasi dari Camat Paloh, Koramil, Polsek serta Dinas Perhubungan setempat terkait aspek lain yang diperlukan.

“Utusan Khusus mengharapkan hasil kunjungan dapat memberikan masukan yang integratif guna memperkuat strategi perundingan RI-Malaysia,” ujar Eddy Pratomo.

Ia menjelaskan, hasil kunjungan lapangan ke Tanjung Datu ini akan dibahas lebih lanjut dengan Tim Teknis, para pakar, dan penasihat dalam beberapa minggu ke depan.
Sebagaimana diketahui batas laut teritorial di wilayah Tanjung Datu masuk dalam salah satu segmen yang belum terselesaikan antara RI-Malaysia.
Usai sekitar 4 jam berada di Tanjung Datu, UKP PBM RI-Malaysia, Eddy Pratomo, dan rombongan kembali ke Pontianak dengan KRI Sembilang dan KRI Alamang kembali ke Pontianak, dan pada Kamis (26/4) sekitar pukul 07.00 WIB telah berhasil sandar di Dermaga Pelindo. (DNS/ES)
Berita Terbaru