Untuk Efisiensi, Presiden Jokowi Dorong BUMN Sejenis Bentuk ‘Holding’

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 26.218 Kali
Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung, dan Menteri BUMN Rini Soemarno berbincang dengan direksi Pupuk Kaltim, di halaman Pabrik V Pupuk Kaltim, Bontang, Kamis (19/11)

Presiden Jokowi didampingi Seskab Pramono Anung, Menteri BUMN dan sejumlah pejabat di halaman Pabrik V Pupuk Kaltim, Bontang, Kamis (19/11) (Foto: Humas/Deni)

Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejenis untuk bersinergi dan membentuk holding untuk meningkatkan efisiensi dalam setiap aksi korporasi.

Dalam sambutannya pada peresmian Pabrik Pupuk V PT. Pupuk Kalimantan Timur dan Pabrik Asam Fosfat II PT Pertokimia Gresik, di Bontang, Kaltim (19/11), Presiden Jokowi mengapresiasi pembentukan holding company di bawah PT Pupuk Indonesia yang dapat meningkatkan kinerja korporasi pabrik-pabrik pupuk.

“BUMN kita kalau mau bersinergi atau belum holding sudah membangun virtual holding, saya meyakini banyak efisiensi yang bisa dilakukan,” ujar Presiden Jokowi.

Sebagai contoh, Presiden mengungkapkan ia telah memerintahkan BUMN yang bergerak di bidang perbankan, yang saat ini mempunyai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sendiri-sendiri, untuk membangun sistem yang terintegrasi

“Bisa efisien, saya dilapori kemaren (bisa efisien) Rp 30 triliun,” kata Jokowi.

Namun, Presiden mengingatkan, agar pembentukan perusahaan holding tersebut harus dilakukan dengan kalkulasi yang tepat.  “Harus ada perhitungannya, yang paling penting itu,” tuturnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut antara lain, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Mukmin Faisyal, Walikota Bontang Adi Darma, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Arifin Tasrif, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim Aas Asikin Idat, dan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman. (DNS/ES)

Berita Terbaru