UOB Economic Outlook 2022 “Empowering the Indonesian Economy for Stronger Recovery”, 15 September 2021

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 September 2021
Kategori: Sambutan
Dibaca: 296 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju;
Yang saya hormati Deputy Chairman and Chief Executive Officer UOB Bapak Wee Ee Cheong;
Yang saya hormati Presiden Direktur PT Bank UOB Indonesia Bapak Hendra Gunawan;
Hadirin dan undangan yang berbahagia.

Kita semua sepakat bahwa kesehatan adalah prioritas dan kegiatan ekonomi adalah keharusan. Pemerintah mencari solusi terbaik dalam menangani COVID-19 dan sekaligus melangsungkan kegiatan ekonomi. Oleh sebab itu, gas dan rem kita jaga secara tepat dan dinamis sesuai dengan situasi terkini.

Alhamdulillah, kasus COVID-19 terus menunjukkan tren penurunan. Kita sangat optimis, tetapi kita juga tetap harus selalu waspada. Sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia tidak masuk dalam 10 besar jumlah kasus tertinggi di dunia.

Kasus harian terus turun dari puncak di tanggal 15 Juli, yaitu 56 ribu kasus menjadi 2.577 kasus pada 13 September 2021, sebuah penurunan yang sangat tajam. Persentase kasus harian kita sebesar 13,6 kasus harian per 1 juta, jauh di bawah negara-negara tetangga kita ASEAN.

Tingkat keterisian rumah sakit juga turun. BOR (Bed Occupancy Rate) nasional kita di angka 13,8 persen dan dan BOR Wisma Atlet yang dulu sempat 92 persen, saat ini juga turun menjadi 7 persen.

Per 12 September 2021, angka positivity rate harian kita di 2,64 persen, lebih baik dari dunia di angka 8,34 persen. Angka kesembuhan kita 94,03 persen, di atas rata-rata dunia yang 89,59 persen.

Terkait vaksinasi, kalau dihitung dari jumlah orang yang divaksin, kita sudah mencapai 72,76 juta orang atau 34,94 persen. Kalau dilihat dosis yang sudah tersuntikkan berada di angka 42,2 persen. Kita akan terus meningkatkan vaksinasi, kecepatan vaksinasi. Tetapi kita harus selalu waspada, kita harus selalu disiplin terhadap protokol kesehatan, selalu memakai masker.

Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah insentif kepada dunia usaha. Kementerian Keuangan pada tahun 2020 mengalokasikan dana pemulihan ekonomi sebesar Rp695,2 triliun dengan realisasi Rp579,8 triliun. Sedangkan pada tahun 2021 sebesar Rp744,75 triliun dengan realisasi sampai Juli 2021 sebesar Rp305,5 triliun. Dana tersebut dialokasi berimbang untuk kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional, untuk mendorong kegiatan ekonomi yang seimbang.

Pemberlakuan PPKM dengan kriteria Level 1 sampai dengan 4 dimaksudkan agar gas dan rem sesuai kondisi setempat dan terkini. Pemerintah melakukan sejumlah ujicoba dan membolehkan buka dengan aturan dan potokol kesehatan yang ketat. Artinya, kesehatan adalah utama, namun ekonomi juga sangat penting. Alhamdulillah, upaya pembukaan ekonomi secara hati-hati ini dipatuhi bersama masyarakat dan dunia usaha, sehingga ekonomi mulai menggeliat kembali.

Bapak-Ibu yang saya hormati,
Saya mengajak dunia perbankan dan para pelaku usaha untuk segera melakukan ekspansi, segera mengucurkan kredit, dan segera menggiatkan dunia usahanya. Sekali lagi, pandemi harus kita jadikan momentum untuk transformasi ekonomi Indonesia.

Kita juga akan terus mengembangkan ekonomi berkelanjutan, green economy dan blue economy. Selain memulihkan ekonomi, juga sekaligus tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan, dan merata.

Kita punya peluang tumbuh lebih tinggi. Potensi pasar ekspor masih terbuka lebar, mitra dagang kita juga mulai pulih pada kuartal kedua. Q II tahun 2021, China tumbuh 7,9 persen year on year, Amerika Serikat tumbuh 12,2 persen, Jepang tumbuh 7,6 persen, dan India bahkan tumbuh 20,1 persen. Peluang ini harus kita manfaatkan untuk mendorong peningkatan ekspor sebanyak-banyaknya.

Investasi juga akan tumbuh lebih tinggi dengan berbagai reformasi struktural yang banyak memberikan kemudahan berusaha. Reformasi perizinan juga sudah mulai berjalan melalui online single submission (OSS) berbasis risiko, sehingga menciptakan iklim investasi yang semakin menarik.

Saya mengajak Bapak-Ibu sekalian untuk secara sigap memanfaatkan semua peluang ini. Kesehatan masyarakat terjaga dan perekonomian tumbuh secara berkelanjutan dan merata.

Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru