Upacara ‘Peusijuek’ Sambut Kunjungan Presiden Jokowi ke Aceh

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Maret 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 26.149 Kali

Presiden Jokowi berbincang dengan Wali Nangroe Aceh Malik Muhammad seusai upacara peusijeuk, di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Minggu (8/3) malam

Kunjungan perdana Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Widodo, Minggu (8/3) hingga Selasa (19/3), mendapat sambutan istimewa dari warga Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Bertempat di Ruang Meuligo, Kantor Gubernur Aceh, di Jalan Alaidin Mahmudsyah, Kota Banda Aceh, pada Minggu (8/3) malam, digelar upacara Peusijuek sebagai tanda sambutan warga Aceh terhadap Presiden Jokowi.

Upacara Peusijuek ditandai dengan penyematan  kopiah kehormatan meukeutop yang dilakukan oleh Wali Nangro Aceh Malik Mahmud menyambut Presiden Jokowi. Sementara Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyematkan senjata tradisional Aceh, siwah.

Peusijuek adalah sebuah prosesi adat dalam budaya masyarakat Aceh yang masih dipraktekan hingga saat ini. Tradisi peusijuek ini dilakukan pada hampir semua kegiatan adat dalam kehidupan masyarakat di Aceh, misalnya ketika memulai sebuah usaha, menyelesaikan persengketaan, terlepas atau selesai dari musibah, menempati rumah baru, merayakan kelulusan, memberangkatkan dan menyambut kedatangan haji, kembalinya keluarga dari perantauan dan masih banyak lagi.

Pada kalangan masyarakat pedesaan di Aceh peusijuek merupakan prosesi adat yang cukup biasa dilakukan bahkan untuk hal-hal yang kecil sekalipun misalnya ketika membeli kendaraan baru atau ketika hendak menabur benih padi di sawah. Sementara bagi masyarakat perkotaan yang lebih modern tradisi peusijuek ini hanya dilakukan dalam kegiatan-kegiatan adat saja misalnya dalam prosesi adat perkawinan.

Ritual peusijuek ini mirip dengan tradisi tepung tawar dalam budaya Melayu. Di Aceh yang melakukan acara peusijuek adalah tokoh agama maupun adat yang dituakan ditengah masyarakat. Bagi kaum lelaki yang melakukan peusijuek adalah tokoh pemimpin agama Teungku (Ustadz), sedangkan bagi wanitanya adalah Ummi atau seorang wanita yang dituakan di tengah masyarakat. Diutamakan yang melakukan peusijuek ini adalah mereka yang memahami dan menguasai hukum agama sebab prosesi peusijuek ini diisi dengan acara mendoakan keselamatan dan kesejahteraan bersama sesuai dengan agama Islam yang dianut secara umum oleh masyarakat Aceh.

Menurut Presiden Jokowi, lawatan perdananya ke Tanah Rencong itu dimaksudkan untuk meletakkan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Bendungan Keureuto, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, juga akan akan mengunjungi eks PT Arun yang kini menjadi Pertagas.

Sementara pada Selasa (10/3), Presiden Jokowi dijadwalkan meluncurkan logo peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di Tugu Kilometer Nol Kota Sabang. Sebelum meluncurkan logo itu, Presiden juga dijadwalkan meninjau progres pembangunan Waduk Paya Seunara dan meninjau pelabuhan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) di Teluk Sabang. (WID/Humas Setkab/ES)

 

 

Berita Terbaru