‘Update’ Hasil Observasi ABK World Dream, Diamond Princess, dan Laporan Covid-19 di Daerah Lain

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Maret 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 1.047 Kali

Sesditjen P2P, Achmad Yurianto, saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Jumat (6/3). (Foto: Humas/Oji)

Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto, sebagai juru bicara terkait penanganan wabah virus korona, menyampaikan beberapa update terkait pengendalian dan pencegahan meluasnya Virus Korona (Covid-19) di Indonesia.

”Yang pertama kita akan menyampaikan dulu perkembangan terakhir dari observasi yang kita laksanakan dari anak buah World Dream. Kita tahu sekarang sudah masuk hari yang ke-6 dan kemudian dari 188 pada waktu datang dan kemudian kita lakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium keseluruhannya dalam keadaan sehat. Dan 188 ini pun pemeriksaan virusnya negatif,” ujar Sesditjen P2P saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Jumat (6/3).

Selama observasi, lanjut Achmad, dengan pemeriksaan kesehatan pagi dan sore yang dilaksanakan tidak ada satu pun yang sakit, baik secara psikologis maupun fisik tidak ada permasalahan sehingga diharapkan dalam waktu tidak lama lagi setelah 14 hari akan dilakukan pemeriksaan lagi dan kemudian bisa dikembalikan ke keluarga masing-masing.

”Dari 188 ini ada 16 ABK (Anak Buah Kapal) wanita, dan salah satunya dalam kondisi hamil 3 bulan, suaminya juga ada di sana. Kondisi kehamilan dan Ibunya bagus, tidak ada masalah,” kata Yuri panggilan akrab Achmad Yurianto.

Untuk ABK Dream World, lanjut Sesditjen P2P, ini di-back up dengan 35 tenaga kesehatan dari Kemenkes yang terdiri dari dokter spesialis paru, penyakit dalam, jantung, kemudian patologi klinik, kemudian dokter umum, perawat, dan fasilitas yang disiapkan di sana di samping UGD dengan ICU mini juga disiapkan.

”Kemudian yang kedua, dari ABK Diamond Princess jumlah adalah 69 yang kita jemput. Dan kemudian sekarang sudah ada di Sebaru. Dari 69 ini ada 1 yang kita pisahkan, meskipun kondisi fisiknya baik, tetapi kita mencurigai kemungkinan suspect dia tertular Covid-19 dan sekarang sudah kita isolasi di Rumah Sakit Persahabatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sesditjen P2P menyampaikan ada 10 orang tim medis yang bersama-sama menjemput ke Jepang dan ini juga diminta untuk melaksanakan layanan sekaligus observasi, karena termasuk kategori kontak dekat.

”Data awal untuk 10 tenaga medis ini seluruhnya negatif, dan nanti hasilnya bagus. Kemudian kita bantu juga dengan penambahan 20 tim medis, sehingga totalnya nanti akan menjadi 30 untuk mendukung khusus Diamond Princess,” katanya.

Soal tracking kasus klaster Bali, menurut Yuri, berawal dari masuknya warga negara Jepang sebagai turis di tanggal 15-19 Februari, kemudian setelah kembali ke Jepang ternyata tanggal 22 dirawat di Jepang dengan Covid-19 positif.

”Maka kita lakukan tracking dari awal tempat ia bermalam (hotelnya), sampai kemudian pengemudi mobil yang dicarter untuk melayani keluarga dia selama di Bali, termasuk juga beberapa room boy yang kemudian kontak dengan relatif dekat, karena memberikan room service dan sebagainya. 11 orang keseluruhan dari pemeriksaan virusnya negatif, namun pemantauan untuk 11 hari ke depannya masih dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali,” imbuh Yuri.

Sampai saat ini, lanjut Sesditjen P2P, tidak ada laporan di antara pegawai tersebut yang mengalami masalah dengan kesehatannya sehingga harapannya kondisi ini tetap baik sampai dengan observasi selesai.

Klaster Jakarta, lanjut Yuri, informasinya adalah bagian yang diduga keras memiliki kontak dekat dengan kasus 1 yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu dari sebuah perkumpulan, saat ini sudah bisa di-tracking 25 orang dan masih akan dikembangkan terus.

”Tetapi 25 orang ini tidak seluruhnya kami lakukan pemeriksaan virus, karena ternyata juga tidak seluruhnya kontak dekat, hanya dia berada di event yang sama. Namun, yang betul-betul kontak dekat sudah kami lakukan pemeriksaan dan saat ini sedang kita observasi di rumah sakit untuk 4 orang yang kita duga kuat ini suspect positif,” imbuhnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium, lanjut Sesditjen P2P, diharapkan nanti sore sudah datang, karena sudah diambil spesimennya bersamaan dengan hasil laboratorium di hari ke-5 untuk kasus 1 dan kasus 2, yang diharapkan sore ini juga sudah selesai, sehingga pada pertemuan sore nanti mudah-mudahan data ini sudah didapatkan semuanya.

”Namun, khusus untuk 2 orang yang terinfeksi kasus 1 dan kasus 2, kondisi fisik alhamdulillah semuanya baik. Hari ini, tadi kami mendapat laporan dari Direktur Rumah Sakit Sulianti Saroso tidak ada keluhan sama sekali kecuali batuk saja yang masih ada, tetapi juga tidak signifikan (jarang-jarang), panas juga tidak, sesak sejak dari masuk sampai sekarang juga tidak,” ungkap Yuri.

Sementara untuk 4 orang kontak dekat, lanjut Yuri, saat ini telah diisolasi dan kondisinya pun stabil. Ia menambahkan bahwa beberapa di antara mereka masih ada yang batuk dan pilek, ada juga yang masih suhu tubuhnya di atas 37, tepatnya 37,6 yang hari ini tadi, yang artinya masih agak demam, ini akan dilanjutkan.

Perkembangan terakhir, menurut Sesditjen P2P dari kelompok pengiriman spesimen dari rumah sakit yang sampai dengan data tadi malam pada pukul 18.00 WIB telah menerima 227 spesimen  dari 61 rumah sakit di 25 provinsi dan tentunya adalah kasus-kasus pasien dengan pengawasan.

”Dari keseluruhan ini sudah tentu termasuk 2 kasus positif yang kita laporkan sebagai kasus 1 dan kasus 2, itu sudah berada di rumah sakit. Kemudian ada 13 kasus suspect, ini juga berada di rumah sakit dan dalam kondisi diisolasi. Kemudian, yang lainnya negatif,” ungkapnya. (TGH/EN).

Berita Terbaru