Usai Dilantik, Agus: Arahan Presiden Lemhannas Dirasakan Bukan Hanya di Ruang Kelas

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 34.988 Kali
Presiden Jokowi saat melantik Agus Widjojo sebagai Gubernur Lemhannas di Istana Negara, Jakarta Jumat (15/4) sore. (Foto: Humas/Agung)

Presiden Jokowi saat melantik Agus Widjojo sebagai Gubernur Lemhannas di Istana Negara, Jakarta Jumat (15/4) sore. (Foto: Humas/Agung)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo sebagai Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Jumat (15/4) sore di Istana Negara, Jakarta.

Surat pengangkatan Agus Widjojo tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 43/TPA/2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia.

Saat ditanya usai pelantikan tersebut, Agus menyampaikan bahwa arahan dari Presiden agar Lemhannas bisa dirasakan tidak hanya di dalam ruang kelas, tetapi juga di dalam seluruh kegiatan sehari-hari masyarakat Indonesia di seluruh wilayah Indonesia.

”Kemudian juga bisa menangani hal-hal yang sifatnya mendesak untuk membantu kebijakan yang diambil oleh pemerintah,” tambah Agus yang merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1970.

Lemhannas, menurut Agus, juga akan mengadakan pengkajian untuk hal-hal yang sifatnya jauh ke masa depan. Saat ditanya mengenai penyanderaan warga negara Infonesia di Filipina, Agus mengatakan bahwa Presiden sudah cukup punya instrumen untuk memikirkan cara bertindak yang baik.

Sebagai tambahan informasi, Agus merupakan putra dari almarhum Mayor Jenderal Sutoyo, salah satu dari enam jenderal yang wafat pada peristiwa 30 September 1965. Ia juga saat ini menjadi Ketua Simposium Tragedi ’65.

Simposium ini, menurut Agus, sebuah upaya akademik dan berakhir pada penyusunan analisis untuk membedah tragedi 65, dari pendekatan sejarah. “Diharapkan kita mempunyai kedalaman akan hakikat apa sih sebenarnya Tragedi ’65 itu dan bagaimana kita bisa menutup masa lalu kita yang kelam dalam bentuk rekomendasi pada pemerintah,” jelas Agus seraya mengungkapkan bahwa itu akan jadi hasil final nantinya.

Agus Widjojo pernah bertugas sebagai Kepala Staf Teritorial pada Panglima Komando TNI. Ia juga pernah menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat. Jabatan militer terakhirnya sebelum memasuki masa purnawirawan pada tahun 2003 adalah sebagai Wakil Ketua MPR RI mewakili Fraksi Militer dan Kepolisian Nasional.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menpora Imam Nahrowi, serta pejabat lainnya. (DID/EN)

Berita Terbaru