Usulan Nama Sudah Masuk, Seskab: Belum Ada Nama Yang Dinominasikan Jadi Calon Kapolri

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Juni 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 20.985 Kali
DSC_6866

Seskab Pramono Anung didampingi Waseskab Bistok Simbolon menjawab pertanyaan wartawan usai ratas, Senin (6/6) sore, di Kantor Presiden, Jakarta. (Foto: Humas/Jay)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan, terkait dengan masa jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) sampai saat ini belum ada arahan ataupun apapun dari Presiden Joko Widodo mengenai siapa yang akan ditetapkan.

“Tentunya karena ini merupakan kewenangan Presiden sepenuhnya walaupun Presiden juga meminta pandangan berbagai pihak termasuk para pembantu terdekat beliau, tetapi sampai saat ini belum ada nama yang tersebutkan siapa yang akan dinominasikan untuk menjadi Kapolri,” tegas Pramono kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/6) sore.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akan memasuki masa pensiun pada 1 Agustus mendatang. Sesuai Undang-Undang calon penggantinya harus sudah berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen), dan harus diajukan kepada DPR-RI untuk dimintakan persetujuan.

Mengenai naman-nama calon Kapolri yang saat ini sudah beredar, Seskab Pramono Anung membenarkan adanya usulan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan sebagainya. Nama-nama itu sudah disampaikan oleh Luhut B. Pandjaitan selaku Ketua Kompolnas.

Namun Seskab menegaskan, yang jelas Presiden juga mempunyai kewenangan memilih di luar usulan Kompolnas, karena itu kewenangannya Presiden.

Termasuk memperpanjang atau tidak? “Ya pokoknya itu kewenangannya Presiden,” tukas Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.

Terkait nama-nama usulan Kompolnas itu, Seskab menegaskan bahwa itu adalah diskresi presiden untuk menentukan.

“Kami tidak akan menyampaikan berapa banyak, siapa orangnya, apakah nanti bentuknya bagaimana, sampai dengan ada putusan dari Presiden mengenai hal tersebut,” tegasnya.

Tapi sudah ada nama-namanya? “Presiden sudah tahu,” jawab Mas Pram. (FID/ES)

Berita Terbaru