Utusan Khusus Presiden bidang PBM Luncurkan Buku Hukum Perjanjian Internasional

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 Januari 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 23.390 Kali
20170127_141416

Peluncuran buku “Hukum Perjanjian Internasional” karya Staf Khusus Presiden bidang PBM Eddy Pratomo di Toko Buku Gramedia, Jl. Matraman Raya, Jakarta, Jumat (27/1) siang.

Utusan Khusus Presiden bidang Penetapan Batas Maritim RI – Malaysia Eddy Pratomo meluncurkan buku “Hukum Perjanjian Internasional” yang diterbitkan Gramedia, di Toko Buku Gramedia, Jl. Matraman Raya, Jakarta, Jumat (27/1) siang.

Eddy menjelaskan, penerbitan buku “Hukum Perjanjian Internasional” ini merupakan sumbangan pemikirannya sebagai praktisi diplomat yang ingin menyandingkannya dari sisi akademisi.

Ia menyebutkan, banyak sekali perjanjian-perjanjian internasional yang mengalami masalah saat akan diaplikasikan, karena dianggap masih belum menjadi Undang-Undang selama belum diratifikasi DPR.

“Ini yang jadi masalah, kapan perjanjian internasional itu mengikat pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian internasional,” kata Eddy.

Utusan Khusus Presiden bidang PBM RI-Malaysia, yang meluncurkan bukunya sebagai hadiah perkawinannya yang ke-39 itu berharap peluncuran buku ini akan diikuti penerbitan buku-buku lainnya.

“Ke depan mungkin buku terbitan berikutnya sudah nyambung antara sisi akademisi dan sisi praktisnya,” pungkas Eddy.

Imbau Diplomat Lain

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam sambutan peluncuran buku tersebut mengaku merasa terhormat bisa hadir dalam acara peluncuran buku “Hukum Perjanjian Internasional” yang ditulis diplomat senior Eddy Pratomo.

“Mas Eddy selain diplomat, juga juru runding, dan karirnya sangat bagus. Beliau pernah tugas di New York, Jenewa, London, dan Jerman. Saat ini sebagai Utusan Khusus Presiden,” puji Retno.

Menurut Menlu, prinsip dan norma hukum yang dihasilkan melalui Perjanjian Internasional diperlukan untuk mengatur hubungan di antara negara-negara di dunia. Ia memuji sumbangsih Eddy Pratomo yang menyampaikan pengalaman sebagai diplomat praktik dalam kerangka pergulatan akademisi.

“Saya mengimbau para diplomat yang masih aktif maupun para guru untuk menuliskan pengalamannya melalui buku, agar bisa dipelajari generasi penerus,” tutur Menlu.

Tampak hadir dalam acara peluncuran buku tersebut Menlu Retno Marsudi, Menteri PANRB Asman Abnur, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI Alwi Shihab, Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, Wakil Menlu AM Fachir, para pejabat eselon I sejumlah Kementerian/Lembaga, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Menlu Hasan Wirayudha, dan guru besar hubungan internasional Hikmahanto Juwana. (ES)

Berita Terbaru