Vietnam Ingin Tingkatkan Kerjasama Pertahanan Dengan Indonesia

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 April 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 43.297 Kali
Presiden Jokowi melakukan pembicaraan bilateral dengan PM Vietnam Truong Tang San, di JCC Jakarta, Kamis (23/4)

Presiden Jokowi melakukan pembicaraan bilateral dengan PM Vietnam Truong Tang San, di JCC Jakarta, Kamis (23/4)

Perdana Menteri (PM) Vietnam Truong Tang San menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di ruang Krakatau, Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/4) siang, untuk melakukan pembicaraan bilateral.

Dalam pertemuan itu, PM Truong Tang San menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA) ke-60 kali ini karena manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh kawasan Asia Afrika tetapi juga oleh dunia.

Selanjutnya, PM Truong berharap adanya peningkatan kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Vietnam, terutama dengan pelatihan bersama, transfer teknologi militer, dan patroli laut bersama.

Sementara dalam masalah kelautan, PM Truong optimistis terhadap prospek perundingan antara Indonesia dan Vietnam. Ia menilai, perundingan perbatasan maritim antar dua negara sejauh ini telah berjalan baik, dan akan mencapai kesepakatan yang menegaskan kedaulatan teritorial masing-masing.

Illegal Fishing

Sementara itu Presiden Jokowi menyampaikan komitmen Indonesia dalam mengatasi masalah illegal fishing. Presiden percaya, bahwa masalah tersebut merupakan masalah bersama Indonesia – Vietnam.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya menjaga situasi kondusif di wilayah Laut Tiongkok Selatan.

Terkait masalah Laut Tiongkok Selatan itu, kata Jokowi, Indonesia bersedia berperan sebagai honest broker dengan berpegang pada Declaration of Conduct (DoC) dan Code of Conduct (CoC) yang digagas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan PM Vietnam itu antara lain Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menlu Retno L.P. Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel. (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru