Wakapolri Bantah Isu Penggeledehan KPK, Mensesneg Minta Semua Pihak Tahan Diri

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Februari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 52.393 Kali
Mensesneg Pratikno didampingi Wakapolri Komjen Badrodin Haiti dan Seskab Andi Wijayanto menyampaikan konperensi pers terkait isu penggeledehan KPK, di Kemensetneg, Jumat (6/2)

Mensesneg Pratikno, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti dan Seskab Andi Wijayanto dalam konperensi pers di Kemensetneg, Jumat (6/2)

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jendral (Komjen) Polisi Badrodin Haiti membantah isu akan adanya penggeledehan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh personil Polri, Jumat (6/2) ini. Ia menyebutkan, banyaknya anggota Polri di KPK pada hari ini dimaksudkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa.

Dalam konperensi pers yang digelar secara mendadak bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Wijayanto di kantor Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jumat (6/2) petang, Wakapolri mengaku mendapatkan  banyak pertanyaan yang terkait dengan isu-isu yang beredar di masyarakat bahwa Polri akan melakukan penggeledahan.

Menurut Wakapolri, banyaknya anggota Polri hadir di depan gedung KPK itu dalam rangka mengamankan unjuk rasa, dimana ada unjuk rasa dari buruh yang mendukung KPK dan ada juga satu kelompok yang kontra dengan KPK. “Ini yang harus kita amankan, jangan sampai mereka bentrok atau sampai menutup jalan,” tegasnya.

Oleh karena itu, jelas Wakapolri, kehadiran polisi banyak di depan gedung KPK itu bukan berarti terus mau menggeledah. Tidak. Itu adalah kewajiban Polri untuk melakukan pengamanan kegiatan masyarakat termasuk unjuk rasa seperti itu.

“Tolong ini dicatat. Jangan sampai kalau polisi ada unjuk rasa di situ, datang ke situ kemudian melakukan aksi penggeladahan. Tidak. Kita sudah sampaikan kebijakan Bapak Presiden selama beliau pergi kita sudah ikuti semua. Itu yang perlu saya sampaikan,” kata Komjen Badrodin Haiti.

Tahan Diri      

Sementara itu Mensesneg Pratikno menyampaikan, bahwa meski tengah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat update dengan perkembangan di tanah air.

“Beliau mengikuti apa yang berkembang di media, terutama di sosial media yang sangat cepat. Ada foto-foto yang ada di halaman KPK. Beliau juga terus kami laporkan perkembangan di tanah air tentang berbagai hal. Jadi beliau sangat mengikuti perkembangan yang terjadi,” kata Pratikno.

Terkait dengan komunikasinya pada pukul 15.30 WIB, Mensesneg Pratiko mengatakan, bahwa Presiden Jokowi  menanyakan beberapa hal perkembangan yang terjadi di tanah air, termasuk dengan aksi di depan Gedung KPK, pada Jumat ini.

Dari hasil komunikasinya dengan Wakapolri, menurut Mensesneg, anggota Polri yang di depan gedung KPK itu dimaksudkan untuk melerai dua kelompok massa yang punya potensi untuk bersitegang. Jadi beliau juga menegaskan untuk tidak ada upaya-upaya penggeladahan atau apapun.

Mensesneg mengingatkan Presiden Jokowi sebelum berangkat ke luar negeri, agar semua pihak untuk tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Jadi semuanya cooling down, menahan diri, tidak melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan spekulasi-spekulasi pemaknaan di masyarakat,” pesan Mensesneg.

Sementara Wakapolri Komjen (Pol) Badrodin Haiti mengakui kalau Polri mengajukan penetapan pengadilan untuk mendapatkan dokumen di KPK. Ia menilai hal itu wajar saja dilakukan Polri sebagaimana juga KPK minta kepada sejumlah personil Polri.

“Ini kan bukan menyangkut tindakan kita ke KPK. Ini masalah administrasi, kita harus minta persetujuan kepada, minta izin kepada pengadilan. Bukan tindakan kita kepada KPK,” tegas Wakapolri.

Baik Mensesneg maupun Wakapolri mengakui, situasi seperti ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain dan membuat masyarakat resah. Oleh karena itu, mereka minta masyarakat tidak perlu resah, karena semua itu berjalan sesuai dengan koridor dan taat pada perintah Presiden. (Humas Setkab/ES)

 

Berita Terbaru