Walikota Bogor Siap Sambut Kepindahan Presiden Jokowi ke Istana Bogor

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Februari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 47.002 Kali
Walikota Bogor, Bima Arya

Walikota Bogor, Bima Arya

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan warga Bogor sangat siap menyambut kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkantor di Istana Bogor.

“Merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi warga Bogor, apalagi itu sangat sejalan dengan langkah kami yang ingin menata kawasan seputar Istana dan Kebun Raya,” kata Bima Arya kepada wartawan di halaman Istana Negara,  Jakarta, Rabu (11/2).

Walikota Bogor itu hadir di Istana Negara guna menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Jokowi membahas penanggulangan bencana banjir di Jakarta.

Menurut Bima Arya, sepertinya Presiden akan cukup banyak beraktivitas di Istana Bogor, meski bukan berarti akan pindah secara tetap. “Tetapi artinya akan banyak berakivitas di Istana Bogor. Tidak beliau sampaikan mulai kapan, beliau sampaikan berpindah-pindah ada yang di Bogor dan Jakarta,” kata Bima Arya seraya menyebutkan, pertimbangannya mungkin lebih nyaman dan juga kapasitasnya memungkinkan untuk menerima bayak tamu di situ.

Terkait dengan rencana tersebut, Bima Arya mengaku sudah melakukan langkah-langkah antisipasi seperti menata pedestrian, mengatur pedagang kaki lima (PKL), serta arus lalu-lintas di sekitar Istana Presiden Bogor.

“Saya sudah bertemu dengan Pak Mensesneg (Pratikno). Katanya Pak Presiden nyaman bekerja di Bogor. Pada intinya memang ada kecenderungan peningkatan aktivitas Presiden di Bogor. Walikota Bogor siap berkoordinasi dengan Sekretariat Negara untuk menjamin keamanan, kenyamanan  termasuk arus lalu-lintas,” kata Arya.

Sementara Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan, Presiden Jokowi belum ada rencana untuk pindah dari Istana Merdeka di Jakarta ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Namun  Andi menambahkan,  Istana Bogor jauh lebih kondusif dan lebih luas dan bagian protokoler serta  bagian kerumahtanggaan tetap harus menyiapkan Istana Bogor sebagai alternatif tempat tinggal Presiden.

“Pertemuan-pertemuan akan efektif kalau misalnya ada beberapa hari dalam seminggu pertemuannya di Bogor dan Presiden bermalam di Bogor,” kata Andi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/2).

(WID/Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru