Wisata (Apa) Yang Baru Di Batu

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Oktober 2015
Kategori: Opini
Dibaca: 19.160 Kali

HMS_4061_1Oleh : Edi Nurhadiyanto, S.S, M.Si *)

« Kami juga akan meningkatkan daya saing ini akan memanfaatkan potensi yang belum tergarap dengan baik tetapi memberi peluang besar untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, yakni Industri manufaktur, industri pangan, sektor maritim, dan pariwisata »  Presiden Jokowi dalam Dokumen Visi-Misi Nomor 6 (enam).

Jika mencari melalui mesin pencari di internet tentang wisata apa yang wajib dikunjungi di Jawa Timur, janganlah kaget apabila rekomendasi yang diberikan adalah tempat wisata yang ada di Kota Batu. Mungkin banyak pula yang belum mengetahui bahwa Batu yang dahulu merupakan bagian dari Kabupaten Malang. Namun sejak tanggal 21 Juni 2001 melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu, Presiden Abdurrahman Wahid mengesahkan hal tersebut yang kemudian dicatat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 91.

Apa Saja Pesona Wisata Di Kota Batu ?

Beberapa tempat wisata akan diusulkan kepada para tamu oleh masyarakat sekitar yang letaknya tidak berjauhan antara tempat yang satu dengan yang lain. Beberapa tempat tersebut adalah :

  1. Jatim Park 1

Jatim Park 1 yang berada di Kota Batu memiliki aneka wahana untuk dinikmati. Fokus tempat wisata ini mengusung konsep taman bermain dan belajar.

  1. Jatim Park 2

Tempat wisata ini berbeda dengan Jatim Park 1 karena lebih dikenal dengan sebutan Batu Secret Zoo. Hal ini disebabkan karena hiburan utamanya adalah kebun binatang.

  1. BNS (Batu Night Spectacular)

Kelebihan tempat wisata ini yakni memiliki aneka pilihan wahana dan beragam permainan.

  1. Alun-alun Kota Batu

Alun-alun ini dirancang sebagai sarana rekreasi, edukasi dan olahraga di Batu dengan tanpa pungutan biaya apapun. Satu-satunya wahana yang dikomersialkan di tempat ini adalah bianglala.

  1. Taman Rekreasi Selecta

Fokus wahana wisata yang ditawarkan adalah Kolam Renang Sejarah, Water Park, Perahu Columbus, hingga Arena Pacuan Kuda.

  1. Agrowisata di Kota Batu

Fokus tempat wisata ini adalah tamu yang datang dapat dengan bebas memilih dan memetik buah apel langsung dari pohonnya. Konsep agrowisata, ini menawarkan hal positif bagi pendidikan dan pengetahuan.

  1. Museum Angkut Kota Batu

Fokus pengembangan yang dilakukan oleh Jawa Timur Park Group untuk memberikan sumbangan pengetahuan dengan melihat perkembangan alat angkut. Untuk itulah, Museum Angkut dan Movie Star Studio ini didirikan. Museum ini diklaim merupakan yang terlengkap dan terbesar di Asia.

Museum Angkut dan Movie Star Studio ini didirikan pada tanggal 9 Maret 2014 dengan luas area sekitar 3,8 hektar yang berisi perkembangan berbagai macam alat angkut dari seluruh penjuru dunia mulai dari yang tradisional hingga modern, yang tidak bermesin hingga yang bermesin. Terkemas menarik dengan paduan koleksi luar biasa dan latar belakang kota-kota asal alat angkut.

  1. Hutan Kota

Lokasi wisata ini ada di depan Jatim Park dan di sebelah Stadion Brantas. Berada di pinggir jalan dan setiap pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang untuk bisa menikmati udara segar. Untuk yang senang membaca, disediakan pula perpustakaan gratis.

  1. Pasar Parkiran

Pasar Parkiran merupakan tempat wisata berkonsep pasar malam dengan sentuhan modern. Pasar parkiran ini merupakan tempat wisata yang mulai dibuka pada tanggal 14 Mei 2015. Di tempai ini, para tamu dapat menemukan berbagai macam kuliner, hiburan musik keroncong dan dangdut, wahana bermain, sampai pedagang baju dan segala macam aksesoris.

Tentunya masih ada beberapa tempat wisata di kota Batu serta tempat lainnya di Indonesia yang dapat menyumbang pariwisata, yang menurut Menteri Pariwisata, ke depan sektor pariwisata diharapkan akan menjadi penyumbang terbesar devisa.

Inovasi berbagai penambahan wisata tersebut yang terkini, menurut penulis, dilakukan penambahan lokasi wisata adalah pembuatan Pasar Parkiran, menjadi salah satu prasyarat pengembangan Kota Batu sebagai Kota Wisata. Namun demikian, tentunya masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.

Dua (2) hal yang perlu diperbaiki, menurut penulis, adalah :

  1. Ketersediaan dan penyebaran informasi melalui teknologi informasi atau media online. Alamat website yang mudah diakses oleh publik; dan
  2. Penambahan kelengkapan sarana prasarana yang sudah digratiskan kepada rakyat misalnya penambahan buku perpustakaan, lahan parkir, dan toilet umum.

Berbagai tawaran wisata ini tentunya menjadikan Kota Batu layak menyandang jargon sebagai kota wisata. Dengan demikian, siapapun yang akan dan sedang berkunjung ke Jawa Timur umumnya atau Kota Batu khususnya akan selalu berkata, « Wisata (Apa) Yang Baru Di Batu…? »

*) Penulis adalah Kepala Subbidang Pelayanan Informasi, Keasdepan Bidang Hubungan Masyarakat dan Protokol.

Opini Terbaru