web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 4 January 2016
  • 26812 Views

Pungutan Dana Ketahanan Energi Ditunda, Besok Harga Premium Jadi Rp6.950/L, Solar Rp5.650/L

Menteri ESDM, Sudirman Said, menyampaikan keterangan pers usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (4/1)

Menteri ESDM, Sudirman Said, menyampaikan keterangan pers usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (4/1). (Foto: Humas/Jay)

Pemerintah memutuskan menunda penarikan pungutan Dana Ketahanan Energi (DKE) sebesar Rp200 untuk setiap liter pembelian premium dan Rp300 untuk setiap liter pembelian solar. Dengan demikian, maka mulai Selasa (5/1) pukul 00.00 WIB, harga premium menjadi Rp6.950 per liter, dan harga solar menjadi Rp5.650 per liter.

Menteri ESDM Sudirman Said yang didampingi Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menjelaskan,  pemerintah akan menyiapkan segala sesuatunya, disiapkan aturan-aturannya, kemudian implementasinya harus melalui mekanisme APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

  • 4 January 2016
  • 20527 Views

Seskab: Kereta Cepat Jakarta-Bandung ‘Groundbreaking’ 21 Januari

Seskab, Pramono Anung, saat memberikan keterangan pers tentang kereta cepat didampingi oleh pejabat terkait di Kantor Presiden, Jakarta (4/1)

Seskab, Pramono Anung, saat memberikan keterangan pers tentang kereta cepat didampingi oleh pejabat terkait di Kantor Presiden, Jakarta (4/1). (Foto: Humas/Jay)

Rapat Terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/1) sore memutuskan, kereta cepat Jakarta-Bandung akan segera dimulai pembangunannya pada bulan Januari ini.

“Presiden menekankan untuk perizinan segera diselesaikan, dengan harapan pada tanggal 21 Januari telah bisa dilakukan groundbreaking”, kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan usai ratas di kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/1) sore.

  • 4 January 2016
  • 18407 Views

Murni B to B, Presiden: BUMN Yang Ikut Kereta Cepat Jakarta–Bandung Jangan ‘Ngos-ngosan’

Presiden Jokowi pimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (4/1)

Presiden Jokowi pimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (4/1). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan pembangunan infrastruktur khususnya di bidang perkeretaapian bisa dipercepat, baik yang berada di luar Jawa maupun di Jawa. Ia menyebutkan, beberapa tempat juga sudah dimulai, di Sulawesi dan beberapa titik di Sumatera.

“Saya berharap tahun ini juga yang di Papua bisa dimulai. Kalau enggak bisa semester I ya semester II. Tapi tahun ini. Kalau tidak bisa bulan Juni ya enggak apa-apa. Tapi Oktober atau November tahun ini pembangunannya bisa direalisasikan,” pinta Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/1) sore.

  • 4 January 2016
  • 17695 Views

Lelang Dini, Kementerian PUPR Segera Tanda Tangani Kontrak Proyek Senilai 9,2 Triliun Rupiah

Menteri PU Pera Basuki Hadimuljono berbincang dengan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebelum Ratas di Kantor Presiden (30/10). (Foto: Humas/Rahmat)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah melaksanakan Instruksi Presiden untuk membuka tender di awal tahun. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan akan menandatangani kontrak tender di kementeriannya pada tanggal 6 Januari 2016, sebanyak 168 paket dengan nilai sebesar Rp9,2 triliun.

“Kan sudah diperintahkan lelang dini, ini sudah disiapkan tanda tangani kontrak tanggal 6 nanti 168 paket Rp9,2 triliun,” kata Basuki Hadimuljono sambil menunjukkan laporan yang akan disampaikan kepada Presiden di Istana Negara sebelum Sidang Kabinet Paripurna, Senin (4/1) siang.

  • 4 January 2016
  • 17587 Views

Penyelesaian Kasus HAM Model Din Minimi di Aceh Akan Jadi Prioritas Pemerintah

Din MinimiPemerintah akan memprioritaskan penyelesaian persoalan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) sebagaimana dilakukan terhadap kelompok bersenjata Din Minimi di Aceh untuk diterapkan di berbagai daerah. Hal ini mengacu pada ketentuan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2005.

“Pendekatan soft approach selalu menjadi prioritas bagi pemerintahan ini karena kami berkeyakinan dengan pendekatan yang soft approach ini jauh lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan seusai sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1).

  • 4 January 2016
  • 17317 Views

2016 Jadi Tahun Percepatan Kerja, Seskab: K/L Tidak Boleh Berleha-Leha

Seskab, Pramono Anung, menjawab pertanyaan wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, jakarta (4/1)

Seskab Pramono Anung, menjawab pertanyaan wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta (4/1). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) agar tidak berleha-leha memasuki tahun 2016 ini. Tahun 2016 ini disebut Presiden sebagai Tahun Percepatan Kerja, karena Presiden merasa ada beberapa bagian wilayah K/L yang masih bekerja dengan speed  kurang.

“Maka tahun percepatan kerja ini tidak lagi Tahun Ayo Kerja tapi sudah ada penekanan untuk mempercepat pekerjaan karena Presiden menginginkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 ini harus jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2015 yang lalu,” kata Seskab Pramono Anung kepada wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1) siang.

  • 4 January 2016
  • 18473 Views

Cegah Inflasi, Presiden Jokowi Ingatkan Mendag dan Mentan Jaga Harga di Pasar

Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta (4/1)

Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta (4/1). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pada Menteri Perdagangan (Mendag), Menteri Pertanian (Mentan), dan Bulog, untuk memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan harga yang ada di pasar seperti yang sudah dikerjakan pada tahun 2015.

“Itu betul-betul terus kita ikuti agar inflasi pada tahun ini juga pada angka-angka di sekitar tahun 2015. Ada supply yang kurang segera supply, ada distorsi pasar segera dikerjakan,” pinta Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1) siang.

  • 4 January 2016
  • 17190 Views

Soal Reshuffle Kabinet, Seskab: Itu Kewenangannya Pada Presiden

Seskab, Pramono Anung, ditanya wartawan saat akan mengikuti Sidang Kabinet di Kantor Presiden (4/1)

Seskab, Pramono Anung, ditanya wartawan saat akan mengikuti Sidang Kabinet di Kantor Presiden (4/1) (Foto: Humas/Jay)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan, dalam hal perombakan atau reshuffle kabinet, Presiden memiliki kewenangan prerogratif, yang dijamin dengan undang-undang. Dan, tentunya persoalan reshuffle, lanjut Seskab, menjadi kewenangan Presiden.

“Memang beberapa waktu lalu ada beberapa yang meminta untuk dua nama dan sebagainya dan sebagainya.  Tetapi yang jelas bahwa kita harus menghormati, dan ini kewenangan Presiden,” kata Pramono kepada wartawan yang mencegatnya sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1) siang.

  • 4 January 2016
  • 16128 Views

Buka Perdagangan Saham, Presiden Jokowi Optimistis Tahun 2016 Akan Jauh Lebih Baik

Presiden Jokowi didampingi menteri terkait saat membuka perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/1) pagi.

Presiden Jokowi didampingi menteri terkait saat membuka perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/1) pagi. (Foto: Humas/Agung)

Meskipun tahun 2015 merupakan tahun yang sangat berat karena banyaknya tantangan yang dihadapi di sektor keuangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis pada tahun 2016 ini kita akan akan lebih baik, jauh lebih baik dari tahun kemarin.

Diakui Presiden Jokowi, banyak orang yang ragu-ragu mengenai realisasi APBN setiap hari, sehingga membuatnya setiap hari, pagi, tengah malam, pasti saya cek, mengontrol penerimaannya. Presiden bersyukur karena realisasi pendapatan negara yang mencapai 84,7 persen (Rp1.491 triliun), kemudian penerimaan pajak mencapai 83 persen (Rp1.235,8 triliun), dan penerimaan non pajak 93,8 persen (Rp252,4 triliun plus penerimaan hibah kurang lebih Rp3 triliun).

  • 31 December 2015
  • 39670 Views

Tinjau Bandara Baru Sorong‎, Presiden Jokowi: 99 Persen Selesai

Presiden Jokowi, didampingi Ibu Negara Iriana, bersama Menteri Perhubungan saat meninjau Bandara Sorong, Papua Barat (31/12) (Foto:Rusman/Setpres)

Presiden Jokowi, didampingi Ibu Negara Iriana, bersama Menteri Perhubungan saat meninjau Bandara Sorong, Papua Barat (31/12) (Foto:Rusman/Setpres)

Tiba di Sorong, setelah berkunjung ke Kabupaten Nduga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau Bandar Udara (bandara) Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat yang baru selesai dibangun (31/12).

Presiden Jokowi berkeliling bandara didampingi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur Papua Barat. “Saya mengecek dan 99 persen selesai,” ucap Presiden Jokowi di bandara baru tersebut, Kamis 31 Desember 2015.