web analytics

Kategori : Berita

Berita


  • 12 October 2015
  • 28671 Views

Hasil Pemeriksaan Cenderung Membaik, BPK Minta Presiden Jokowi Jaga Tren Laporan Keuangan

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menerima Pimpinan BPK yang melaporkan Ihtisar Hasil Laporan Semester I/2015, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10)

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri menerima Pimpinan BPK yang melaporkan Ihtisar Hasil Pemeriksaan Semester I/2015, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10)

Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menilai, selama satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) laporan pemeriksaan keuangan pemerintah cenderung membaik. Untuk itu, BPK meminta Presiden Jokowi supaya menjaga tren yang baik ini.

“Memang ada tantangannya, karena di 2015 ini kita mulai mengubah pola pemeriksaan dengan cash basis menuju akrual basis. Dan Presiden memerintahkan kepada Menteri Keuangan dan Mendagri untuk terus menerus (memperbaiki laporan, red), kalau Kemenkeu menyangkut laporan keuangan di Pemerintah Pusat, kalau Kemendagri di Pemerintahan Daerah,” kata Ketua BPK Harry Azhar Azis kepada wartawan seusai diterima oleh Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10) pagi.

  • 12 October 2015
  • 40581 Views

Gaji Sampai Rp 20 Juta, Inilah Lowongan 100 Tenaga Humas Pemerintah

Kantor-MenkominfoKementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebagai pelaksana tugas Kehumasan Pemerintah membuka lowongan untuk 100 (seratus) tenaga mudah muda berpengalaman di bidang kehumasan dan/atau media yang berbakat untuk mengabdi kepada pemerintah Republik Indonesia menjadi Tenaga Humas Pemerintah (THP).

Mereka yang terpilih akan dikontrak (Non PNS) dan ditugaskan (PNS) selama 2 (dua) tahun untuk mendukung komunikasi publik bersama jajaran Kementerian Kabinet Kerja, dengan gaji antara Rp 15.000.000 sampai dengan Rp 20.000.000 per bulan.

  • 12 October 2015
  • 28540 Views

Pemerintah Tunjuk PT. Pelni Layani Angkutan Barang Ke Daerah Terpencil, Terluar Dan Perbatasan

Kapal PelniDengan pertimbangan untuk menjamin ketersediaan barang dan untuk mengurangi disparitas harga bagi masyarakat, serta untuk menjamin kelangsungan pelayaan penyelenggaraan angkutan barang ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan dalam mendukung tol laut, Presiden Joko Widodo pada tangal 1 Oktober 2015, telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang di Laut.

Dalam Perpres itu ditegaskan, penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO) untuk Angkutan Barang di Laut adalah pelaksanaan pelayaran angkutan barang ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan sesuai dengan trayek yang telah ditetapkan, dengan tetap memperhatikan dan menjaga keselamatan serta keamanan pelayaran.

  • 12 October 2015
  • 28424 Views

Hadir Di Acara Mata Najwa, Pramono: Menjadi Politisi Adalah Pilihan

Seskab Pramono Anung saat tampil di Mata Najwa On Stage bersama Wagub Jatim Gus Ipul, Syahrini, dan pembawa acara Najwa Shihab, Sabtu (10/10) malam

Seskab Pramono Anung saat tampil di Mata Najwa On Stage bersama Wagub Jatim Gus Ipul, Syahrini, dan pembawa acara Najwa Shihab, Sabtu (10/10) malam

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menjadi salah satu pembicara tamu dalam acara Mata Najwa on Stage, di Stadion Brantas, Kota Batu, Jawa Timur yang disiarkan Sabtu (10/10) malam, di Metro TV.

Pramono Anung atau yang akrab dipanggil Mas Pram hadir mulai sesi kedua bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, atau Gus Ipul. Selain itu hadir pula sebagai pembicara Sujiwo Tejo, Cak Lontong dan Syahrini, serta tentunya pembawa acara Najwa Shihab.

Hal menarik adalah saat naik panggung, Mas Pram dibonceng oleh Gus Ipul dengan sepeda motor tua.

  • 11 October 2015
  • 31801 Views

Indonesia Dan Malaysia Inisiasi Pembentukan Dewan Negara Penghasil Minyak Sawit

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan PM Malaysia Dato Najib Tun Razak dan istrinya Rosmah Mansur, berbincang di teras Istana Bogor, Jabar, Minggu (11/10)

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan PM Malaysia Dato Najib Tun Razak dan istrinya Rosmah Mansur, berbincang di teras Istana Bogor, Jabar, Minggu (11/10)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana menerima kunjungan delegasi pemerintah Malaysia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Malaysia Dato ‘Sri Najib Tun Razak dan istrinya Rosmah Mansur di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (11/10).

Pertemuan dilakukan dalam suasana  persahabatan  didahului makan siang bersama. “‎Dalam pertemuan ini telah diputuskan beberapa kesepakatan-kesepakatan,” kata Presiden Jokowi pada saat menyampaikan pernyataan bersama.

Menurut Presiden Jokowi, kedua pemerintahan (RI dan Malaysia) telah sepakat tentang pembentukan Dewan Negara Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries / CPOP). “Karena kita tahu 85 persen produksi palm oil adalah di Indonesia dan Malaysia,” ucapnya.‎‎

  • 11 October 2015
  • 37365 Views

Presiden Jokowi: Nanti, Semua Bandara Akan Dihubungkan Dengan Kota, Entah Kereta, LRT, Trem

Presiden Jokowi mendiskusikan sesuai dengan Menhub, saat meninjau pembangunan rel kereta di Bandara Minangkabau, Padang, Sabtu (10/10)

Presiden Jokowi mendiskusikan sesuai dengan Menhub, saat meninjau pembangunan rel kereta di Bandara Minangkabau, Padang, Sabtu (10/10)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, nantinya semua airport atau banda udara (Bandara) di tanah air akan dihubungkan dengan kota, semuanya akan dihubungkan dengan, entah kereta api, bisa saja nanti kereta api ringan (ligh rail transit/LRT) atau trem juga bisa. Tergantung kotanya.

Tapi untuk Bandara Internasional Minangkabau, Padang, menurut Presiden Jokowi, akan dihubungkan dengan kereta api.  “Untuk tahun depan Insha Allah saya kira sudah selesai, dari stasiun ke kota, disini dari stasiun disini menuju airportnya dengan sky bridge. Semuanya sudah terencana tahun depan, Insha Allah rampung,” kata Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan rel kereta api di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10) petang.

  • 11 October 2015
  • 33014 Views

Titik Api Paling Banyak, Presiden Jokowi: Upaya Pemadaman Asap Dikonsentrasikan Di Sumsel

Presiden Jokowi menjawab wartawan seusai meninjau pembangunan rel kereta di Bandara Minangkabau, Padang, Sumbar, Sabtu (10/10)

Presiden Jokowi menjawab wartawan seusai meninjau pembangunan rel kereta di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumbar, Sabtu (10/10) petang

Setelah meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan bencana kabut asap di Kampar, Riau, dan sebelumnya juga melihat langsung lokasi kebakaran hutan di Sumatera Selatan (Sumsel), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyimpulkan bahwa titik apa paling banyak di Sumsel. Karena itu, semua upaya pemadaman dikonsentrasikan di sana.

“Ini memang titik api paling banyak ada di Sumatra Selatan, semua kita konsentrasikan kesana, pesawat konsentrasikan kesana, para prajurit kita konsentrasikan kesana,karena titik apinya paling banyak. Sudah dikomando langsung oleh menko polhukam, disana,” kata Presiden Jokowi  kepada wartawan saat meninjau pembangunan rel kereta api, di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumbar, Sabtu (10/10) petang.

  • 10 October 2015
  • 34112 Views

Jarak Pandang Terbatas, Presiden Jokowi Telpon Plt. Gubernur Jambi Soal Penundaan Kunjungan

Presiden Jokowi memperhatikan perkembangan penanganan kebakaran hutan, di Posko Kab. Kampar, Riau, Jumat (9/10)

Presiden Jokowi memperhatikan perkembangan penanganan kebakaran hutan, di Posko Kab. Kampar, Riau, Jumat (9/10)

Setelah menunggusejak sore hari, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menunda rencana kunjungannya ke Provinsi Jambi karena jarak pandang yang terbatas di Bandara Sultan Thaha Jambi, sepanjang Sabtu (10/10) sore hingga malam.

Semula, Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana beserta rombongan yang sedang berada di Padang (Sumbar) bermaksud memantau kebakaran hutan dan lahan di Jambi. Tapi hingga jadwal keberangkatan ke Jambi pada pukul 17.35 WIB, kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi hanya 600 meter, sehingga tidak memungkinkan pesawat kepresidenan untuk mendarat.

  • 10 October 2015
  • 30800 Views

Presiden Jokowi Usulkan Pantai Mandeh Di Sumbar Jadi Kawasan Wisata Bahari Terpadu

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana tiba di Pantai Mandeh, Pesisir Selatan, Sumbar, Sabtu (10/10), untuk meresmikan Percepatan Pembangunan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana tiba di Pantai Mandeh, Pesisir Selatan, Sumbar, Sabtu (10/10), untuk meresmikan Percepatan Pembangunan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh

Setelah Jumat (9/10) kemarin mengunjungi Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, untuk meninjau lokasi kebakaran hutan, dan sorenya kembali ke Padang dengan pesawat kepresidenan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana meresmikan Percepatan Pembangunan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (10/10).

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengaku kaget waktu masuk ke kawasan wisata Pantai Mandeh itu. “Dari atas saya melihat betapa anugerah Allah kepada kita. Keindahan yang ada di sini, itu yang patut kita syukuri,” kata Presiden Jokowi seraya menyebutkan, setelah itu timbul pertanyaan dalam dirinya, mau dijadikan apa lokasi tersebut.

  • 10 October 2015
  • 29357 Views

Atasi Bencana Asap, Presiden Jokowi: Kita Akan Beli Minimal 3 Pesawat Khusus

Presiden Jokowi berdiskusi dengan sejumlah pejabat di tengah hutan Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (9/10).

Presiden Jokowi berdiskusi dengan sejumlah pejabat di tengah hutan Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (9/10).

Banyaknya titik api yang terjadi pada bencana asap tahun ini mendorong Pemerintah untuk merencanankan pembelian pesawat khusus penanggulangan bencana di Tahun Anggaran mendatang. Selain dapat digunakan untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran lahan dan hutan, pesawat ini juga dapat digunakan untuk mengangkut barang-barang bantuan jika rerjadi bencana di suatu daerah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, tentunya pemerintah tidak berharap terjadi lagi bencana asap di masa mendatang. Tetapi karena negara kita berada di kawasan “ring of fire“, maka selalu dituntut memiliki kesiapan menghadapi bencana, karena kapan terjadi bencana tidak dapat diprediksi.