Dialog dengan Perwakilan Penerima Manfaat Bendungan Bendo dan Pimpinan Politeknik Negeri di Jawa Timur, 7 September 2021, di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 September 2021
Kategori: Dialog
Dibaca: 71 Kali

SESI I – Dialog dengan Petani Penerima Manfaat Bendungan Bendo

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Bapak menopo, ngasto-nya yang menopo?

Perwakilan Petani I
HIPPA Wilangan, Sambit, Ponorogo.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).

Terus panjenengan dengan adanya bendungan ini apa harapannya, Pak?

Perwakilan Petani I
Dengan adanya bendungan ini, petani khususnya Ponorogo Selatan itu sangat bersyukur sekali, karena bisa memanfaatkan untuk petani-petani kita, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Panen berapa kali setahun?

Perwakilan Petani I
Kalau di tempat saya itu panen tiga kali.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh sudah bisa tiga kali?

Perwakilan Petani I
Padi, padi, jagung, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Padi, padi, jagung?

Perwakilan Petani I
Iya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Terus yang ini nanti?

Perwakilan Petani I
Insyaallah dengan adanya bendungan ini mungkin bisa tiga kali panen padi.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Padi, padi, padi?

Perwakilan Petani I
Iya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Per hektare berapa ton sih, Pak?

Perwakilan Petani I
Satu hektare kalau sekarang sembilan (ton).

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sembilan? Benar? Nopo niku anune? Benihnya nopo?

Perwakilan Petani I
Ciherang, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ciherang, oh Ciherang.

Pak Bupati, betul itu bisa sembilan ton, Pak?

Bupati Kabupaten Ponorogo (Sugiri Sancoko)
Nggih Bapak, bahkan di beberapa tempat kami sudah punya benih unggulan namanya adalah padi KIP. KIP itu Kreasi Insan Petani itu ciptaan masyarakat Ponorogo sendiri yang hari ini sudah mulai kami tanam dan satu hektarenya bisa sampai 14 ton.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Empat belas?

Bupati Kabupaten Ponorogo (Sugiri Sancoko)
Nggih, sekarang 14 ton, sudah saya coba.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sudah dicoba benar 14 ton?

Bupati Kabupaten Ponorogo (Sugiri Sancoko)
Sampun sa estu, Bu Khofifah Bu Gubernur sudah pernah panen dan menanam bersama kami. Kreasi Insan Petani.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itu dari mana itu benihnya?

Bupati Kabupaten Ponorogo (Sugiri Sancoko)
Benihnya hasil silang-silangan dari sini, nggih silang-silangan sendiri, petani sendiri, anak-anak muda yang kreatif. Sekarang sudah mulai saya tanam, tapi memang karena bulirnya, satu bulir itu di atas 700 bulir, maka harus pakai treatment agar nutrisinya terisi jadi vegetatif (dan) generatifnya bisa …(audio tidak terdengar jelas).

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Enggak, kita sembilan (ton) saja sudah kaget, ini tambah lagi ada 14 (ton). Oh ngoten.

Perwakilan Petani I
Mungkin perbedaan lahan Pak, kalau lahannya biasanya itu berbeda, jadi enggak sama.

Bupati Kabupaten Ponorogo (Sugiri Sancoko)
Empat belas ribu ton dalam setahun.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kalau Jatim berapa sih Bu? Surplus pinten nggih?

Gubernur Jawa Timur (Khofifah Indar Parawansa)
Empat ratus enam puluh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jatim 460 ribu ton. Bapak apa di anu?

Perwakilan Petani II
Iya terima kasih Bapak. Saya selaku Ketua HIPPA, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sekarang kalau padi yang ditanam apa jenisnya?

Perwakilan Petani II
Ya jenisnya Ciherang ya Marlboro, itu Pak rata-rata.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ciherang? Sama?

Perwakilan Petani II
Marlboro.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Malioboro?

Perwakilan Petani II
Ya kalau orang Jawa ya Way Apo, enaknya ngomong, gitu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Way Apo?

Perwakilan Petani II
Iya enaknya ngomong, ilat Jawa, lidah Jawa seperti itu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh nggih, kalau Ciherang per hektare pinten panjenengan?

Perwakilan Petani II
Ciherang ya kalau di daerah saya ya di bawahnya sembilan ton Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pinten?

Perwakilan Petani II
Delapan setengah (ton) sekitar.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Delapan setengah? Tinggi banget itu 8,5 (ton).

Perwakilan Petani II
Mudah-mudahan dengan adanya Bendungan Bendo itu bisa melebihi dari sembilan ton tadi Pak, harapan saya Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Terus apa yang diinginkan?

Perwakilan Petani II
Ya mungkin dengan Bendungan Bendo ini saya minta harapan kami untuk selanjutnya terus berkesinambungan agar rakyat Indonesia betul-betul menikmati untuk kesejahteraannya, berhubung Indonesia itu negara agraris Pak, permintaan  dari kami itu Pak.

Perwakilan Petani I
Kalau dusun saya itu saat ini yang sangat memerlukan yaitu apa Pak, mesin tanam Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Harvester? Kenapa perlu niku, harvester?

Perwakilan Petani I
Karena semakin hari itu orang yang metik-tanam itu sangat sedikit sekali semakin lama. Tenaga kerjanya kurang, iya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pada kemana kok kekurangan tenaga kerja?

Perwakilan Petani II
Anak muda itu enggan.

Perwakilan Petani I
Anak muda…

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, ngoten.

Perwakilan Petani II
Rata-rata begitu, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini satu daerah tho?

Perwakilan Petani I
Tetangga desa.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh tetangga, oke, nggih mpun. Nggih mangke, tak kirim harvester satu.

Perwakilan Petani I
Desa Wilangan Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Desa Wilangan, nggih. Masa satu, satu? Barengan ngoten mawon, siji.

Perwakilan Petani II
Sebelumnya minta maaf, Pak, sebelumnya untuk acara-acara Bapak Presiden sebelumnya ada hadiah, niki  tolong, sebenarnya ini minta tolong ada hadiah untuk sepeda, Pak, untuk kami.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Harvester satu, sepeda, sepeda, mpun, sudah.

Perwakilan Petani II
Tambah satu lagi.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, tambah satu lagi ini.

SESI II – Dialog dengan Pimpinan Politeknik Negeri di Jawa Timur

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Enggak, berarti ini yang politeknik ini yang di situ yang diberikan apa? Kemudian nanti setelah lulus larinya ke mana para mahasiswa?

Pimpinan Politeknik Negeri Madiun, Provinsi Jawa Timur
Kalau yang khusus Prodi Perkeretaapian, INKA menyanggupi untuk merekrutmen, untuk mereka-mereka yang sesuai dengan kebutuhannya INKA.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Semuanya?

Pimpinan Politeknik Negeri Madiun, Provinsi Jawa Timur
Tidak semua. Mereka nanti akan memberikan tes, begitu sesuai dengan rekrutmen yang mereka harapkan. Kemudian sebagian karena kereta-kereta ini banyak dipesan oleh industri-industri, maunya kami itu satu paket Pak, jual keretanya juga jual perawatnya, nah begitu. Dados mangke perawatnya itu sekaligus dibawa oleh perusahaan yang membeli kereta. Ngoten.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Satu tahun berapa lulusan, Pak?

Pimpinan Politeknik Negeri Madiun, Provinsi Jawa Timur
Kami sekarang untuk angkatan pertama baru 50 orang, angkatan berikutnya sudah 100 orang per tahun, Pak Presiden.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh enggak banyak ya, tapi kualitasnya bagus dong?

Pimpinan Politeknik Negeri Madiun, Provinsi Jawa Timur
Nggih.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sebagian diambil KAI? KAI juga?

Pimpinan Politeknik Negeri Madiun, Provinsi Jawa Timur
Belum, tapi kami berencana untuk mempromosikan lulusannya ke PT KAI. Nggih, khususnya untuk perawatan kereta.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Mungkin kan bisa sekarang ada INKA iya, ada KAI, MRT, ada LRT, nanti kereta cepat kan masuk semua itu.

Pimpinan Politeknik Negeri Madiun, Provinsi Jawa Timur
Nggih, dan insyaallah tahun ini kami meluluskan yang angkatan yang pertama.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh bagus Pak, menurut saya prospeknya bagus, menurut saya. Kurang kalau kita untuk LRT, MRT, kan sama itu di basic-nya kan sama kereta api semua.

Oke, saya nanti tak lihat.

Pimpinan Politeknik Negeri Madiun, Provinsi Jawa Timur
Kami tunggu Pak Presiden matur nuwun.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Monggo, Pak.

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Kami dari Politeknik Negeri Jember, Pak Presiden. Jadi mahasiswa kami total sekitar 9.832, hampir mendekati 10.000. Kampus kami kampus utama di Jember, kampus dua ada di Bondowoso, kampus tiga ada di Kabupaten Nganjuk, dan kampus empat ada di Kabupaten Sidoarjo, Pak Presiden.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jadi berapa lokasi itu, Pak?

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Ada lima kampus, rencana kita juga akan buka di Kabupaten Situbondo.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Itu lima kampus politeknik semuanya?

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Politeknik Negeri Jember (Polije) kampus satu, kampus dua, kampus tiga, kampus empat.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Politeknik semua kan?

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Nggih, di bawah koordinasi kami, Pak Presiden. Dan Polije  lebih bergerak pada bidang penguatan di potensi bidang pertanian dan peternakan.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pertanian dan peternakan? Berarti yang di situ apa yang dikuliahkan?

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Lebih banyak kan kalau di Politeknik itu kan pendidikan vokasi, jadi 70 persen praktik, 30 persen teori.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Praktik apa itu Pak? Praktik pertanian, praktik peternakan itu apa berarti?

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Adik-adik mahasiswa diberi ruang sarana prasarana dalam bentuk teaching factory. Jadi pabrik kampus standarnya standar industri sehingga kemudian iklim dan kultur budaya industri dapat dibangun di kampus. Ini yang kemudian pada saat adik-adik praktik di internal kampus, dia berhadapan dengan suasana yang sama persis dengan industri. Pabrik kampus tersebut juga diasistensi oleh industri.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jadi Teaching factory-nya yang memberikan coaching/pelatihan dari industri.

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Jadi memang keberadaan politeknik secara keseluruhan memang harus link and match dengan industri.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang mengambil mana itu Pak yang banyak?

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Yang mengambil tentunya kalau dari kami lebih banyak dari perkebunan, kemudian dari Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia), kebetulan ada di Kabupaten Jember, kemudian industri Mitratani Dua Tujuh dan beberapa yang lainnya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh bagus sekali. Di mana tadi?

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Kampus utama kami di Jember, kampus dua di Kabupaten Bondowoso kita akan prioritaskan ke kopi karena di sana republik kopi. Kemudian berikutnya di Kabupaten Nganjuk.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Di Nganjuk, oh Nganjuk juga ada, nggih.

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Iya, di Kabupaten Sidoarjo.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sidoarjo, oke, nggih.

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Dan dalam waktu dekat di Kabupaten Situbondo.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Bagus-bagus banget anunya.

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Karena memang perluasan akses pendidikan bagi kami penting, Pak Presiden, dan itu tuntutan dari kementerian.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dan yang bagus itu terkoneksi dengan industri itu lho, itu yang bagus. Jadi yang mengajar itu para praktisi kan?

Pimpinan Politeknik Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur
Betul, pada saat mau lulus pun juga harus diasesmen oleh industri terkait, di bawah BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), yaitu di LSP P1.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh bagus sekali., nggih.

Kalau Pak Awan di?

Pimpinan Politeknik Negeri Malang, Provinsi Jawa Timur
Saya dari Politeknik Negeri Malang, Pak. Politeknik Negeri Malang di Jawa Tmur. Ini politeknik, kami politeknik terbesar di Indonesia, nuwun sewu, mohon maaf, karena mahasiswa kami totalnya 13.500 Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tiga belas ribu? Itu satu…

Pimpinan Politeknik Negeri Malang, Provinsi Jawa Timur
Satu kota.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jadi di satu kampus?

Pimpinan Politeknik Negeri Malang, Provinsi Jawa Timur
Kampusnya sama seperti (Politeknik) Jember, kami punya kampus di Kota Kediri, kemudian di Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Pamekasan.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Politeknik sekarang bagus-bagus.

Pimpinan Politeknik Negeri Malang, Provinsi Jawa Timur
Peminatnya luar biasa, Pak Jokowi. Tahun kemarin peminatnya itu, pendaftar 66 ribu, tapi kami ambil hanya 3.500 per tahun.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Berarti kualitasnya bagus kalau peminatnya banyak, kemudian disaring dapatnya segitu. Ya karena pasti mudah, mudah cari kerja itu di situ.

Pimpinan Politeknik Negeri Malang, Provinsi Jawa Timur
Nggih, kerja sama-kerja sama kami dengan BUMN, dengan PT PLN, jadi kelas-kelas khusus, Pak Jokowi. Kelas khusus, jadi setelah pendidikan di politeknik langsung direkrut oleh PLN, oleh KMF dan sebagainya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oke saya coba nanti saya tak berkeliling lihat-lihat khusus.

Pimpinan Politeknik Negeri Malang, Provinsi Jawa Timur
Monggo, kami tunggu Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sama Bu Gub, nggih.

Kalau yang Madura menopo tadi? Maritim tadi apa?

Pimpinan Politeknik Negeri Madura, Provinsi Jawa Timur
Assalamu’alaikum warahamtullahi wabarakatuh.

Kami termasuk Politeknik Negeri baru, Pak Presiden. Tahun 2012 baru berdiri dari kondisi tidak ada mahasiswa, jadi nol, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dua ribu enam belas?

Pimpinan Politeknik Negeri Madura, Provinsi Jawa Timur
Dua belas, sama dengan Politeknik Negeri Madiun. Alhamdulillah kami sekarang sudah ada prasarana untuk pengembangan supporting maritim tadi, alhamdulillah tahun ini kami sudah membuat kapal, ambulance boat, yang bekerja sama dengan Pemda Sampang dan juga industri galangan kapal juga. Pengerjaannya di Politeknik Negeri Madura Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Mahasiswa berapa sekarang, Pak?

Pimpinan Politeknik Negeri Madura, Provinsi Jawa Timur
Alhamdulillah tahun ini sudah 750 mahasiswa.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Banyak-banyak semua ya.

Pimpinan Politeknik Negeri Madura, Provinsi Jawa Timur
Iya. Kalau pendaftarnya setiap tahun itu sekitar 800 sampai 1.000 (orang), tapi kami cuma menerima 300 setiap tahun.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh peminatnya banyak sekali. Nggih, nggih.

Nggih, saya kira ke depan memang politeknik itu sangat lebih menjanjikan, karena ya itu tadi kalau terhubung, terkoneksi dengan industri, dengan para praktisi, itu yang memudahkan diterima oleh pasar kerja.

Pimpinan Politeknik Negeri Madura, Provinsi Jawa Timur
Ya lulusan kami walaupun baru, Pak Presiden, 80 persen sebelum enam bulan sudah bekerja, sisanya melanjutkan kuliah lagi atau menikah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Mohon maaf, semesterannya berapa sih kalau di politeknik?

Pimpinan Politeknik
Kalau Diploma-III tiga tahun, kalau Sarjana Terapan empat tahun, kalau Master/Magister Terapan dua tahun. Bisa sampai Magister Terapan, Pak. UKP-nya juga berbeda-beda, Pak, berjenjang.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Magister Terapan itu berarti?

Pimpinan Politeknik
S2 Terapan, jalurnya terapan.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Di Politeknik Bapak-Ibu semua?

Pimpinan Politeknik
Ada iya, ada semuanya. Jadi bukan hanya D-III, D-IV, tetapi S2 juga ada.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Semesterannya berapa? Kalau dengan universitas…

Pimpinan Politeknik
Murah sekali kalau di politeknik. Kebanyakan masih jauh di bawahnya universitas. Memang ada yang Rp3 juta, ada yang juga yang kelas kerja sama ada Rp11 juta Pak, ada juga yang Rp9 juta, tergantung. Tapi walaupun mahal tetap ada peminat alhamdulillah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oke, nggih mpun, nanti tak ke lapangan. Saya lihat saja lah nanti.

Dialog Terbaru