Dukung Target 2 Juta Wisman, Akan Dibangun Bandara Internasional di Sekitar Borobudur

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 30 Januari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 32.766 Kali
Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri dan Gubernur meninjau Candi Borobudur, di Muntilan, Magelang, Jateng, Jumat (29/1) sore. (Foto: Agung/Humas Setkab)

Presiden Jokowi meninjau Candi Borobudur, di Muntilan, Magelang, Jateng, Jumat (29/1) sore. (Foto: Humas/Agung)

Pemerintah menargetkan pada tahun 2019 mendatang akan ada 2 juta wisatawan mancanegara (Wisman) dan 5 juta wisatawan Nusantara (Wisnu), atau jauh melonjak dibanding jumlah rata-rata sekarang sebanyak 200.000-300.000 yang  berkunjung ke kawasan wisata Candi Borobudur, di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Untuk itu, menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, pemerintah akan mengembangkan kawasan Borobudur sebagai destinasi utama berstandar internasional.

“Apa artinya destinasi utama? Orang dari luar negeri itu langsung ke Borobudur. Kalau sudah ditetapkan sebagai destinasi utama maka airport harus dibangun, international airport harus dibangun, fasilitas hotel-hotel harus juga berskala internasional,” kata Menpar kepada wartawan usai rapat terbatas di Hotel Manohara, kawasan Candi Borobudur, Muntilan, Kabupaten, Magelang, Jateng, Jumat (29/1) petang.

Rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo itu dihadiri oleh Menpar Arief Yahya, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Trikawan Munaf, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X.

Mengenai pelabuhan udara (bandara) internasional itu, Menpar menegaskan tidak harus Bandara Ahmad Yani, Semarang. “Kita bisa saja membangun bandara baru tapi bisa dipastikan dia harus international airport dan standarnya harus internasional, seperti Soekarno Hatta,” ujarnya.

Lokasinya? “Lokasinya saya tidak boleh ngomong nanti dimarahi Pak Yonan (Menhub),” kata Menpar menjawab wartawan sekaligus tidak mengiyakan jika bandara dimaksud adalah yang sedang dibangun pemerintah di Kulon Progo,DIY.

Menpar Arief Yahya juga menjelaskan, rapat terbatas telah menyepakati branding-nya untuk menjadikan Borobudur sebagai destinasi utama wisatawan sudah disepakati, tagline-nya Borobudur Mahakarya Budaya Dunia atau World Cultural Masterpiece dalam Bahasa Inggris-nya.

Adapun dari sisi pengelolaan, rapat terbatas menyepakati pembentukan Badan Otorita Borobudur.

“Nanti kita akan kelola secara integrasi karena kita sudah bisa merumuskan kelemahan kita adalah ini single destination tapi multi management. Itu gak mungkin satu perusahaan, katakan CEO-nya ada 4 apalagi 5. Akhirnya kita sepakat untuk dibentuknya Badan Otorita Borobudur,” papar Menpar.

Badan Pengelola itu nanti, lanjut Menpar, berada di bawah Presiden berkoordinasi dengan Menko Kemaritiman, hal ini karena Dewan Pengarah dari badan pengelola pariwisata ini adalah Menko Kemaritiman.

“Ini masih diusulkan ya, nanti Presiden yang menerapkan. Ketua Pelaksana Harian-nya adalah Menpar,” lanjut Menpar.

Sementara targetnya sudah ditetapkan, lanjut Menpar, yaitu 2 juta Wisman dan 5 juta Wisnu pada 2019 mendatang.

“Dua juta Wisman sekitar nanti 2 miliar dolar atau uang devisa sekitar Rp 24-25 triliun, tetapi yang beredar sekitar Rp 100 triliun. Jadi kita bisa bayangkan akan menyejahterakan masyarakat di sekitar Borobudur,” tutur Menpar.

Untuk itu, lanjut Menpar Arief Yahya, akan ada investasi sekitar Rp 20 triliun untuk tahap pertama pengembangan Borobudur. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 10 triliun dari pemerintah berupa infrastruktur dasar dan Rp 10 triliun lagi berasal dari investor swasta.

“Nanti yang bangun hotel dan sebagainya, kita akan tawarkan kepada private investor baik yang lokal maupun dari luar negeri,” papar Arief.

Empat Kawasan

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mendampingi Menpar Arief Yahya menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah diberi anggaran untuk penataan di empat kawasan tempat wisata, yaitu Dieng, Sangiran, Karimun Jawa, dan tentu Borobudur ini.

“Tahun ini kita sudah lelang dan kita harapkan hasil inilah yang nanti akan mempercepat apa yang sudah disampaikan oleh Pak Menteri termasuk nanti berkoordinasi dengan teman Bupati, sehingga kita harapkan tahun ini review itu selesai maka tahun depan sudah bisa action,” kata Ganjar.

(SLN/AGG/ES)

Berita Terbaru