Lebih Baik Dari Rata-rata Dunia, Presiden: Kasus Aktif Harus Terus Ditekan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 November 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 135 Kali

Presiden Jokowi memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, Senin (2/11) siang, di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Humas/Agung)

Dalam upaya penanganan pandemi COVID-19, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jajarannya agar tetap fokus menjaga titik keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

“Kita harus tetap fokus untuk mengatur, menjaga keseimbangan, titik keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Ini yang saya kira sudah berpuluh-puluh kali saya sampaikan tetapi perlu sekali lagi ini saya tekankan,” ujar Presiden mengawali pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna, Senin (2/11) siang, di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pengantarnya, Presiden juga menyampaikan data terakhir terkait dengan penanganan pandemi tersebut. Disampaikannya, bahwa per 1 November 2020 rata-rata  kasus aktif COVID-19 di Indonesia berada di angka 13,78 persen, lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang berada di angka 25,22 persen.

“Kita memiliki kasus aktif sebesar 13,78 persen, rata-rata dunia kasus aktifnya 25,22 persen. Ini yang terus harus ditekan sehingga angka 13,78 persen ini bisa kita perkecil lagi,” ujarnya.

Sementara, tingkat kesembuhan di Indonesia  juga semakin baik. “Kita sekarang di angka 82,84 persen, rata-rata dunia 72 persen. Jadi angka kesembuhan kita juga lebih baik. Ini agar juga diperbaiki lagi,” tegas Presiden.

Kepala Negara juga mengingatkan agar angka kematian akibat COVID-19 yang saat ini masih di atas rata-rata dunia harus terus ditekan. “Yang masih kita di atas rata-rata dunia adalah angka kematian atau kasus meninggal (akibat COVID-19) di Indonesia. Itu kita masih di angka 3,38 persen, rata-rata dunia berada di angka 2,5 persen. Ini yang patut untuk menjadi perhatian kita semuanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden juga mengingatkan jajarannya agar tetap waspada dan jangan sampai teledor dalam upaya penanganan pandemi ini. “Hati-hati, karena ini di Eropa sudah muncul gelombang kedua yang naiknya (kasus) sangat drastis sekali. Jadi jangan sampai kita teledor, jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita,” pungkasnya. (FID/UN)

Simak tautan terkait Sidang Kabinet Paripurna, Senin (11/2):
Lebih Baik Dari Rata-rata Dunia, Presiden: Kasus Aktif Harus Terus Ditekan
Presiden: Tren Positif, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Membaik
Presiden Minta Perpanjangan Fasilitas GSP Digunakan Menarik Investasi
Transkripsi Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna, 2 November 2020, di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta

Simak video lengkap Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna:

Berita Terbaru